Tunduk patuh sama diriku aja
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Wah… “Tunduk patuh sama diriku aja.”
Kalimat ini terdengar seperti kamu lagi capek sekali ya. Capek mengikuti orang lain, capek takut pendapat orang, capek berantem, capek dendam, capek bohong, capek takut bertanya… sehingga akhirnya kamu ingin bilang: “Cukup. Aku mau tunduk patuh sama diriku sendiri saja.”
Aku paham perasaan itu. Rasanya lebih aman, lebih tenang, tidak perlu takut disakiti atau disalahpahami. Tapi izinkan aku ingatkan dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang, karena ini bagian penting dari Tauhid yang kita pelajari bersama.
Dalam Islam, **tunduk patuh** itu hanya boleh kepada Allah semata.
Bukan kepada diri sendiri, bukan kepada nafsu, bukan kepada perasaan, dan bukan kepada “aku mau seenaknya”.
Allah Ta’ala berfirman dengan jelas:
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”
(Adz-Dzariyat: 56)
Artinya, tujuan hidup kita adalah tunduk dan patuh kepada perintah Allah, bukan mengikuti keinginan diri sendiri tanpa batas.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap anak Adam pasti punya nafsu, dan seburuk-buruk nafsu adalah yang dituruti.”
Kalau kita tunduk patuh hanya kepada “diriku aja”, tanpa mengikatnya dengan Al-Qur’an dan Sunnah, maka yang kita ikuti sebenarnya adalah hawa nafsu. Nafsu itu bisa menipu kita. Kadang terasa enak, tapi ujungnya justru membuat hati semakin gelisah, semakin takut, semakin jauh dari ketenangan.
Contohnya yang kamu ceritakan sebelumnya:
- Takut melulu sama pertanyaan → karena nafsu takut dianggap bodoh
- Pandai berbohong tapi diiyain aja → karena nafsu ingin selamat atau dianggap baik
- Paling takutnya dendam → karena nafsu ingin membalas
- Berantem aja berani → karena nafsu ingin menang atau melindungi harga diri
Semua itu kalau dibiarkan “tunduk sama diriku aja”, justru akan semakin kuat dan membuat hidup semakin berat.
Tauhid yang benar mengajarkan kita untuk berkata dengan lembut di dalam hati:
“Ya Allah, aku tidak mau tunduk kepada nafsuku. Aku mau tunduk hanya kepada-Mu. Tolong bimbing aku supaya keinginanku selalu sesuai dengan apa yang Engkau ridhai.”
Cara memulainya dengan mudah dan pelan-pelan:
1. Setiap kali muncul keinginan “mau tunduk sama diriku aja”, tanyakan dulu kepada diri sendiri:
“Apakah ini sesuai dengan perintah Allah? Apakah ini membuat aku semakin dekat dengan-Nya?”
2. Ganti kalimat “tunduk sama diriku aja” menjadi:
“Aku tunduk dan patuh kepada Allah saja. Apa yang Allah perintahkan, itu yang aku ikuti.”
3. Mulai dari hal kecil. Misalnya hari ini kamu memilih jujur meski takut, atau memaafkan meski sakit hati, atau bertanya meski takut dianggap bodoh. Itu sudah bentuk tunduk kepada Allah, bukan kepada nafsu.
Kamu tidak perlu langsung berubah total. Allah menyukai hamba-Nya yang berusaha pelan-pelan dengan ikhlas.
Mau cerita lebih dalam?
Apa yang membuatmu ingin “tunduk patuh sama diriku aja” saat ini?
Apakah ada hal tertentu yang kamu rasakan terlalu berat kalau harus mengikuti aturan Allah?
Aku di sini mendampingimu dengan sabar. Kita belajar bersama supaya hati ini semakin tenang karena hanya tunduk kepada Allah Yang Maha Pengasih.
Semoga Allah lunakkan hati kita semua untuk selalu tunduk patuh hanya kepada-Nya, bukan kepada nafsu yang bisa menyesatkan.
Semoga setiap kali kita memilih mengikuti perintah-Nya, rasa takut, dendam, dan kegelisahan itu perlahan hilang, diganti dengan ketenangan iman yang indah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Kamu sedang dalam perjalanan yang baik. Teruslah berusaha, Allah pasti melihat usahamu yang tulus. Satu langkah demi satu langkah menuju hati yang hanya patuh kepada-Nya. 💛