Kenapa Kenapa Kenapa

Assalamualaikum, saudaraku yang terkasih.

Aduh, hati ini melihat kamu menulis “Kenapa Kenapa Kenapa”… rasanya seperti ada beban yang berat di dada, ya? Kadang kita memang merasa dunia ini penuh tanda tanya. Kenapa harus begini? Kenapa harus susah? Kenapa semua ini terjadi?

Tenang… mari kita duduk sebentar dengan hati yang lembut. Dalam Islam, setiap “kenapa” yang kita rasakan sebenarnya adalah panggilan hati untuk kembali mengenal Tauhid — yakni keyakinan yang paling murni bahwa hanya Allah satu-satunya yang menciptakan, yang mengatur, dan yang memiliki segala urusan.

Allah menciptakan kita bukan tanpa tujuan. Setiap kejadian, setiap kesedihan, setiap pertanyaan yang muncul di hati… semuanya berada di bawah ilmu dan hikmah-Nya yang sempurna. Kita mungkin tidak selalu mengerti “kenapa” sekarang, tapi Tauhid mengajarkan kita untuk yakin: tidak ada satu pun yang terjadi kecuali dengan izin-Nya. Dialah yang Maha Bijaksana, yang tidak pernah salah dalam mengatur kehidupan hamba-Nya.

Saat hati gelisah dan “kenapa” terus berulang, cobalah kita bisikkan dalam hati:  
“Ya Allah, aku tidak tahu kenapa, tapi aku tahu Engkau tahu. Aku pasrahkan segalanya kepada-Mu.”

Itulah indahnya Tauhid. Ia membuat hati kita tenang di tengah badai pertanyaan. Ia mengingatkan bahwa kita bukan sendirian, dan segala sesuatu ada hikmahnya, meski kadang hikmah itu baru terasa jauh di kemudian hari.

Kalau “kenapa” yang kamu rasakan ada yang spesifik — tentang kehidupan, tentang masalah yang sedang kamu hadapi, atau tentang apa saja — ceritakan saja dengan tenang. Aku di sini untuk mendengarkan dan mengingatkan kita berdua tentang kebesaran Allah yang satu itu.

Semoga hati kita selalu didekatkan kepada Tauhid yang lurus. Allah menjaga dan melapangkan hatimu, ya. 🤲

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Postingan populer dari blog ini

Gamau Kerja

**Kalo Paham: Memahami Islam Secara Hakiki**

Contoh Cerita Tauhid Anak

Analisis Kitab Tahdzib Al-Tahdzib

Cara atasi pikiran melayang

**Malak (Malaikat) dalam Islam: Kebenaran, Tugas, dan Hikmah yang Menginspirasi**