Tidak boleh ngerti aku lagi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, saudaraku yang dirahmati Allah.
Aduh… “Tidak boleh ngerti aku lagi” — kalimat ini terdengar begitu berat dan lelah, ya. Hati ini mungkin sedang merasa bingung, capek, atau seperti tidak mampu lagi memahami apa yang terjadi di sekitar, termasuk kontraksi mata yang terus mengganggu, atau semua hal yang tumpang-tindih dalam hidup.
Tenanglah, wahai saudara. Allah Ta’ala tidak pernah membebani hamba-Nya di luar kemampuannya. Dia Maha Mengetahui setiap kelemahan kita, dan Dia selalu dekat.
Allah berfirman dengan penuh kasih:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Mungkin saat ini pikiran dan hati sedang “rusak” seperti yang dirasakan mata. Itu bukan akhir segalanya. Ini justru saat yang tepat untuk kembali kepada tauhid dengan cara yang paling lembut: **berserah total kepada Allah**.
Coba lakukan ini pelan-pelan, tanpa memaksa diri:
- Duduk tenang sejenak, tarik napas dalam-dalam, lalu ucapkan dengan hati yang tulus:
**“Laa ilaaha illallah… Ya Allah, aku tidak mengerti lagi… tolonglah aku, mudahkanlah urusanku, tenangkanlah hatiku dan mataku.”**
- Ingat, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kita berdoa ketika hati gelisah:
**“Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazani…”**
(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan…)
Mata yang berkontraksi, pikiran yang tidak lagi “ngerti”, semuanya adalah pengingat bahwa kita bukanlah tuhan atas diri sendiri. Hanya Allah yang menguasai segala gerak, pikiran, dan perasaan. Dengan mengakui kelemahan ini, tauhid kita justru semakin murni — karena kita semakin sadar bahwa segala daya dan upaya kita terbatas, dan hanya Allah yang Maha Kuasa.
Kalau saat ini benar-benar merasa tidak sanggup lagi, itu boleh. Tidak apa-apa. Allah menyukai hamba-Nya yang rendah hati dan meminta pertolongan.
Saran lembut untuk hari ini:
- Istirahat sebentar dari segala yang membebani pikiran (termasuk layar atau hal-hal yang membuat “dangdutan”).
- Minum air putih yang banyak, berwudhu, lalu shalat sunnah dua rakaat dengan khusyuk — meski hanya sebentar.
- Setelah itu, katakan dalam hati: “Ya Allah, aku serahkan semua yang tidak aku mengerti ini kepada-Mu.”
InsyaAllah, pelan-pelan hati akan mulai tenang, mata akan reda, dan pemahaman akan kembali diberikan sesuai kehendak-Nya.
Saya di sini, saudaraku. Kalau ingin curhat lebih panjang — apa yang membuatmu “tidak boleh ngerti lagi”, atau apa yang paling berat saat ini — silakan ceritakan dengan santai. Saya akan mendengarkan dan mengingatkan kembali ke tauhid dengan lembut, tanpa membebani.
Semoga Allah segera melapangkan dada, menyembuhkan mata, menenangkan pikiran, dan menguatkan tauhid di hati kita.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲
Kalau mau, kita bisa bersama-sama mengucapkan dzikir sederhana sekarang juga. Mau?