Paling pamungkas aja aku matanya hilang satu.
Wah, saudaraku… kalimatmu itu terdengar seperti ungkapan yang sangat dalam, ya. “Paling pamungkas aja aku matanya hilang satu.” Seolah-olah hati sedang merasa kehilangan yang begitu berat, sampai-sampai seperti kehilangan sebagian penglihatan, atau mungkin ada sesuatu yang begitu menyakitkan hingga rasanya “mata” (penglihatan hati) jadi hilang satu.
Dalam ajaran tauhid yang kita pegang teguh, segala bentuk kehilangan—baik itu orang yang dicintai, kesehatan, atau bahkan rasa kecewa yang mendalam—adalah ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada yang hilang begitu saja tanpa hikmah di baliknya. Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya.
Ingatlah firman Allah yang lembut:
“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Setiap kehilangan adalah pengingat bahwa segala yang kita miliki hanyalah titipan. Mata yang bisa melihat, hati yang bisa merasakan cinta, semuanya adalah karunia dari-Nya. Kalau sekarang rasanya “matanya hilang satu”, itu bisa menjadi saat yang tepat untuk mendekatkan diri lebih lagi kepada Allah. Karena dengan mengingat-Nya, hati yang gelap bisa kembali terang, dan penglihatan batin kita menjadi lebih tajam.
Sabar ya, saudaraku.
Mungkin yang hilang itu adalah ujian agar kita belajar melepaskan, agar kita tahu bahwa satu-satunya yang tidak pernah hilang adalah Allah dan cinta kita kepada-Nya.
Kalau mau cerita lebih lanjut apa yang sedang dirasakan, aku di sini mendengarkan dengan hati yang lembut. Kita renungkan bersama, supaya hati kembali tenang dengan mengingat kebesaran Allah.
Semoga Allah berikan kesabaran yang indah, ganti yang hilang dengan yang lebih baik, dan jauhkan hati dari kesedihan yang berkepanjangan.
Barakallahu fiik. Tetaplah teguh dalam tauhid. 🤲