Postingan

Jembut dalam Perspektif Islam: Kebersihan, Fitrah, dan Kesehatan

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,** ### Jembut dalam Perspektif Islam: Kebersihan, Fitrah, dan Kesehatan Dalam bahasa Jawa, kata **“jembut”** merujuk kepada **bulu kemaluan**. Meskipun istilah ini tidak muncul dalam teks‑teks Islam, **konsep menghilangkan bulu kemaluan** sangat jelas dibahas dalam Al‑Qur’an, Hadis, dan fiqh sebagai bagian dari **fitrah (ciri alami manusia)** yang harus dijaga kebersihannya. Berikut ulasan lengkap yang mudah dipahami, lembut, dan menenangkan hati. --- #### 1. Kebersihan sebagai Iman Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman: > **“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih dan menolak orang‑orang yang kotor.”**   > *(Surah Al‑Baqara 2:222)* Kebersihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual. Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi wa Sallam menegaskan pentingnya **menjaga kebersihan tubuh** sebagai sarana memelihara keimanan. --- #### 2. Jembut termasuk dalam *Fitrah* yang Harus Dihilangkan Hadis riwayat Muslim mencatat: ...

Bocil dalam Pandangan Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,** ### Bocil dalam Pandangan Islam **Bocil** atau anak kecil adalah anugerah yang Allah Subhanahu wa Ta‘ala titipkan kepada setiap keluarga. Kehadiran mereka membawa keceriaan, harapan, dan kesempatan bagi kita untuk menunaikan tugas sebagai orang tua, wali, atau anggota masyarakat yang peduli. Berikut beberapa hal penting yang dapat kita renungkan dan amalkan dalam membesarkan bocil, berdasarkan Al‑Qur’an dan Sunnah. --- #### 1. Anak Kecil Sebagai Makhluk Terbaik di Sisi Allah Allah SWT berfirman: > “Dan mereka itulah orang‑orang yang paling baik di antara makhluk.”   > **(QS. Al‑An‘am : 72)**   Ayat ini menegaskan bahwa anak‑anak kecil termasuk makhluk yang paling mulia. Karena itu, mereka layak mendapat perlakuan penuh kasih sayang, perhatian, dan perlindungan. --- #### 2. Kasih Sayang Rasulullah SAW Kepada Anak Rasulullah Muhammad SAW senantiasa menunjukkan kelembutan hati terhadap anak‑anak. Dari hadits yang di...

Udah – Makna “Sudah” dan “Cukup” dalam Perspektif Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,** ### Udah – Makna “Sudah” dan “Cukup” dalam Perspektif Islam   Kata **“udah”** dalam bahasa sehari‑hari sering kita gunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu *sudah selesai*, *cukup*, atau *tidak perlu lagi*.  Meskipun terdengar sederhana, makna di balik “udah” mengandung pelajaran penting tentang **kepuasan, rasa syukur, dan ketundukan kepada Allah SWT**.   Berikut beberapa poin yang dapat kita renungkan, semuanya bersumber dari Al‑Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. --- #### 1.  “Udah” sebagai Pengingat bahwa Setiap Hal Sudah Ditentukan Allah   > **“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang, melainkan dengan izin Allah dan pada waktu yang telah ditentukan.”**   > — *QS. Al‑An’am 6:61* Ketika kita mengucapkan “udah” atas suatu peristiwa—baik itu keberhasilan, kegagalan, atau ujian—kita secara tidak sadar mengakui bahwa segala sesuatu berada dalam **takdir Allah**.  Kesadaran...

Luas dalam Perspektif Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,** ### Luas dalam Perspektif Islam   Dalam bahasa Indonesia kata **luas** mengandung arti “lebar, meluas, tidak terbatas”.  Dalam Al‑Qur’an dan Sunnah, konsep luas sering muncul untuk menggambarkan sifat‑sifat Allah, ciptaan-Nya, serta ruang spiritual dan moral yang harus kita sadari sebagai hamba. Berikut beberapa dimensi luas yang dapat kita renungkan: --- #### 1. Luasnya Rahmat Allah   > “**وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ**”   > *“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.”*   > (QS. Al‑A‘rāf [7]: 156) Rahmat Allah tidak terbatas oleh ruang, waktu, atau keadaan.  Ia mencakup setiap makhluk, baik yang beriman maupun yang belum beriman, baik yang berada dalam kesenangan maupun dalam kesulitan.  Karena rahmat itu **luas**, setiap doa yang tulus, setiap amal baik, dan setiap permohonan ampun akan diterima, asalkan disertai ikhlas. --- #### 2. Luasnya Ilmu Allah   > “**...

**Plastik dalam Perspektif Islam**

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,** **Plastik dalam Perspektif Islam** Kita hidup di zaman yang serba modern, di mana plastik menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari‑hari—dari kantong belanja, botol minuman, hingga kemasan makanan. Namun, penggunaan plastik yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif yang serius bagi lingkungan, makhluk hidup, bahkan kesehatan manusia. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk menjaga bumi yang telah Allah ciptakan dengan sebaik‑baiknya. --- ### 1. **Tanggung Jawab Manusia terhadap Bumi** > *“Dan janganlah kamu merusak di muka bumi setelah Allah menciptakannya dengan baik.”*   > **(QS. Al‑A’raf: 56)**   Ayat ini menegaskan bahwa setiap manusia memiliki amanah untuk tidak merusak ciptaan Allah. Plastik yang sulit terurai dapat mencemari tanah, air, dan udara, sehingga melanggar amanah tersebut. --- ### 2. **Hadis tentang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah** > *“Janganlah kamu membuang sampah semba...

Parno (Kecemburuan) dalam Perspektif Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   ### Parno (Kecemburuan) dalam Perspektif Islam   Kecemburuan atau “parno” adalah perasaan tidak tenang yang muncul ketika seseorang merasa takut kehilangan atau tidak yakin akan kesetiaan orang lain, terutama dalam hubungan pribadi. Perasaan ini wajar manusia, namun bila dibiarkan berlebihan dapat merusak hati, menimbulkan perselisihan, bahkan menjauhkan kita dari ketenangan yang Allah SWT anugerahkan.   --- #### 1. Pengertian Parno   Parno dapat diartikan sebagai rasa cemas, curiga, atau iri yang berulang‑ulang terhadap apa yang dimiliki atau dilakukan orang lain. Dalam Islam, perasaan ini termasuk dalam kategori **hasad** (iri) dan **kufr** (ketidakpercayaan) bila tidak diatasi dengan hikmah.   --- #### 2. Dampak Negatif Parno   - **Merusak kepercayaan** dalam hubungan suami‑istri, keluarga, atau persahabatan.   - **Menyebabkan stress** dan menurunkan kualitas ibadah...

Syair dalam Perspektif Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   ### Syair dalam Perspektif Islam   #### 1. Pengertian Syair   Syair adalah **puisi lama** yang tiap baitnya terdiri atas empat larik (baris) dengan rima yang sama pada setiap barisnya (a‑a‑a‑a).  Kata *syair* berasal dari bahasa Arab **“shi‘r”** yang berarti “perasaan, ungkapan hati”.  Pada masa awal masuknya Islam ke Nusantara, syair dibawa bersama para pedagang, ulama, dan sufi, sehingga menjadi sarana yang familiar untuk menyampaikan ilmu, nasihat, serta kisah‑kisah keagamaan.   #### 2. Sejarah Singkat Syair di Dunia Islam   - **Zaman Nabi ﷺ**: Bangsa Arab telah terbiasa dengan *qasidah* (puisi) yang berisi pujian, nasihat, dan seruan moral.  Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya kata-kata yang indah (syair) bila dipergunakan untuk kebaikan, menjadi amal yang baik.” (HR. Muslim).   - **Masa Klasik Islam**: Para sahabat dan tabi’in menggunakan syair untuk me...