Postingan

Keker (Tauhid) dalam Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh** ### Keker (Tauhid) dalam Islam   Keker, yang dalam bahasa Arab disebut **Tauhid**, adalah inti ajaran Islam yang menegaskan keesaan Allah SWT. Semua amal ibadah, keyakinan, dan perilaku seorang Muslim berlandaskan pada pemahaman bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Berikut penjelasan singkat mengenai keker berdasarkan Al‑Qur’an dan Sunnah, disajikan dengan bahasa yang lembut, mudah dipahami, dan menenangkan hati. --- #### 1. Pengertian Keker (Tauhid) - **Tauhid Rububiyyah** – mengakui bahwa Allah adalah Pencipta, Pemelihara, dan Penguasa seluruh alam semesta.     *“Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Pemelihara segala sesuatu.”* (QS. Al‑Haqqah: 2) - **Tauhid Uluhiyyah** – menyembah Allah semata, tanpa menyekutukan-Nya dalam ibadah.     *“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang mempersekutukan Dia.”* (QS. Al‑Maidah: 72) - **Tauhid Asma’ wa Sifat** – mempercayai nama‑nama dan ...

Rekrutmen dalam Perspektif Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,** ### Rekrutmen dalam Perspektif Islam   Rekrutmen, atau proses penerimaan seseorang untuk bergabung dalam suatu organisasi, merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan berumah tangga. Dalam Islam, setiap tindakan yang melibatkan manusia harus dilandasi nilai‑nilai **keadilan, kejujuran, amanah, dan keteladanan**. Berikut ulasan singkat mengenai prinsip‑prinsip Islam yang menjadi pedoman dalam proses rekrutmen. --- #### 1. Keadilan (Al‑‘Adl) dalam Setiap Langkah   > **“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan keadilan karena Allah…”**   > *(QS. An‑Nisa’: 135)*   Allah SWT menegaskan pentingnya keadilan dalam setiap keputusan. Pada rekrutmen, keadilan berarti: - **Memberi kesempatan yang sama** kepada semua pelamar tanpa memandang suku, ras, atau hubungan kekerabatan.   - **Menilai berdasarkan kualifikasi** (pendidikan, pengalama...

Tega dalam Islam: Kekuatan Hati yang Teguh

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,** ### Tega dalam Islam: Kekuatan Hati yang Teguh **Pengertian Tega**   Dalam bahasa Indonesia, “tega” berarti keras hati, tidak mudah menyerah, dan tetap berpegang pada prinsip yang benar. Dalam konteks Islam, sifat ini selaras dengan **istiqamah** (keteguhan) dan **sabr** (kesabaran). Seorang mukmin yang memiliki sifat tega adalah orang yang tetap berada di jalan Allah meski menghadapi rintangan, cobaan, atau godaan duniawi. **Landasan Qur’ani**   Al‑Qur’an menegaskan pentingnya keteguhan hati dalam beberapa ayat, antara lain: - **Surah Al‑‘Imran 3:200**     “Hai orang‑orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah (teguhkan) hatimu dengan bersujud kepada Allah.”   - **Surat Al‑Aziz 3:200** (dengan arti yang sama) menekankan bahwa orang beriman harus “meneguhkan hati” dalam menghadapi segala ujian. - **Surat Al‑Azhab 33:31**     “Dan janganlah kamu lemah dan janganlah kamu be...

Banyak Menurut Perspektif Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   **Banyak** – sebuah kata yang sering kita temui dalam percakapan sehari‑hari. Dalam Islam, makna “banyak” tidak hanya sekadar kuantitas, melainkan juga kualitas, niat, dan dampaknya terhadap kehidupan seorang Muslim. Berikut beberapa dimensi “banyak” yang dijelaskan dalam Al‑Qur’an dan Sunnah, disajikan dengan bahasa yang lembut dan menenangkan hati.   --- ### 1. Banyaknya Harta, Bukan Penentu Kebahagiaan   Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:   > *“Dan apa saja yang kamu miliki, adalah titipan Allah, dan Dia adalah sebaik‑baik pemberi rezeki.”*   > **(QS. Al‑Ḥadīd 57:7)**   Ayat ini mengingatkan bahwa harta yang banyak hanyalah amanah yang diberikan Allah. Nilai seseorang tidak diukur dari berapa banyak hartanya, melainkan dari **keikhlasan** dalam menggunakannya untuk kebaikan, menunaikan hak‑hak Allah, dan menolong sesama.   Hadis Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘ala...

Tautan dalam Islam: Makna, Bentuk, dan Implementasinya

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh** ### Tautan dalam Islam: Makna, Bentuk, dan Implementasinya   Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini terjalin dalam satu jaringan yang penuh hikmah. Kata **tautan** (bahasa Arab: *rabṭ* atau *wasl*) berarti “hubungan”, “ikatan”, atau “jembatan” yang menghubungkan satu titik dengan titik lainnya. Dalam kerangka keimanan, tautan dapat dipahami dalam tiga dimensi utama: 1. **Tautan antara Allah SWT dan hamba‑Nya**   2. **Tautan antar sesama manusia**   3. **Tautan antara manusia dengan makhluk lain (masjid, Al‑Qur’an, sunnah, dll.)** Berikut penjelasan masing‑masing dimensi tersebut, disertai dalil Qur’an, hadis, serta contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari‑hari. --- #### 1. Tautan antara Allah SWT dan Hamba‑Nya   Allah berfirman: > “Dan apabila hamba‑hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka Aku menjawab, ‘Sesungguhnya Aku ini dekat.’”   > *(QS. Al‑Baqarah 186)*...

Dalam: Makna Kedalaman Hati dalam Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   ### Dalam: Makna Kedalaman Hati dalam Islam   Kata **“dalam”** dalam bahasa Indonesia mengandung arti ruang yang berada di bagian interior, tempat yang tidak tampak dari luar.  Dalam kehidupan seorang Muslim, “dalam” bukan sekadar dimensi fisik, melainkan merujuk kepada **kedalaman hati, niat, dan keimanan** yang menjadi inti setiap amal.  Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman: > *“Dan orang‑orang yang beriman serta hati mereka berada dalam ketenangan ketika mengingat Allah.”*   > **(QS. Al‑‘Ankabūt: 45)**   Ayat ini menegaskan bahwa keimanan yang sejati menumbuhkan ketenangan **di dalam** hati.  Berikut beberapa dimensi “dalam” yang diajarkan Al‑Qur’an dan Sunnah. --- #### 1. **Dalam Kesabaran (Sabr)** Kesabaran adalah sifat yang berakar dalam hati.  Allah berfirman: > *“…dan orang‑orang yang sabar dalam kemiskinan, penyakit, dan peperangan, serta tidak menyerah.”* ...

Luar: Pandangan Islam tentang Lingkungan, Masyarakat, dan Alam Semesta

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,** ### Luar: Pandangan Islam tentang Lingkungan, Masyarakat, dan Alam Semesta   Dalam kehidupan sehari‑hari, kata **“luar”** dapat merujuk pada segala sesuatu yang berada di luar diri kita: lingkungan alam, lingkungan sosial, serta alam semesta yang diciptakan Allah SWT. Islam memberikan pedoman yang jelas tentang bagaimana seorang Muslim seharusnya berinteraksi dengan segala yang “luar” itu—dengan penuh rasa syukur, tanggung jawab, dan kasih sayang. --- #### 1. Menjaga Kelestarian Lingkungan   Allah SWT menegaskan pentingnya menjaga bumi dalam **Surah Al‑A‘raf ayat 56**: > *“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya.”*   Ayat ini mengingatkan bahwa setiap tindakan yang dapat merusak bumi—seperti pencemaran, penebangan hutan secara berlebihan, atau pemborosan sumber daya alam—bertentangan dengan tujuan penciptaan Allah. Sebagai hamba‑Nya, kita wajib: - **Mengurangi sampah*...