Postingan

**Roket dalam Cahaya Tauhid**

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   **Roket dalam Cahaya Tauhid**   Al‑Qur’an menegaskan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini berada dalam penguasaan Allah SWT, Sang Pencipta yang Esa. Ketika manusia berhasil menciptakan roket—sebuah alat yang dapat menembus langit dan menjelajah ruang angkasa—kita diingatkan kembali akan kebesaran Allah serta keutamaan tawakal dan rasa syukur dalam setiap ilmu yang diberikan‑Nya.   --- ### 1. Allah sebagai Pencipta Langit dan Bumi   > “Dialah yang menciptakan malam dan siang, serta matahari dan bulan, masing‑masing beredar pada jalurnya.”   > *(QS. Al‑Anbiya’ : 33)*   Ayat ini menegaskan bahwa pergerakan benda‑benda di angkasa, termasuk planet‑planet, bintang, dan segala fenomena kosmik, berada dalam ketetapan Allah. Roket hanyalah sarana manusia untuk menelusuri ciptaan‑Nya, bukan mengubah atau menyaingi kebesaran Sang Pencipta.   --- ### 2. Ilmu Pengetahuan ...

Buncit dalam Perspektif Islam: Menjaga Tubuh Agar Tetap Sehat dan Suci

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,** ### Buncit dalam Perspektif Islam: Menjaga Tubuh Agar Tetap Sehat dan Suci Dalam kehidupan sehari‑hari, istilah *buncit* biasanya merujuk pada perut yang menonjol karena penumpukan lemak.  Meskipun tampak sekadar masalah penampilan, Islam menilik fenomena ini dari dua sudut penting: **kesehatan jasmani** dan **kesehatan rohani**.  Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menegaskan bahwa tubuh yang diberikan-Nya adalah amanah yang harus dijaga, bukan sekadar objek estetika. --- #### 1. **Al‑Qur’an tentang Keseimbangan dan Pengendalian Nafsu** > “Makanlah dan minumlah, tetapi jangan berlebih‑lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih‑lebihan.”   > *(QS. Al‑A‘rāf [7]: 31)*   > “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”   > *(QS. Al‑Baqarah [2]: 195)*   Ayat‑ayat ini menegaskan prinsip **wasatiyyah** (kesederhanaan).  Makan secukupnya, tidak ber...

Nebeng dalam Perspektif Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   ### Nebeng dalam Perspektif Islam   Kata *nebeng* dalam bahasa Sunda berarti “menumpang”, “menyertai”, atau “bersama‑sama”.  Dalam kehidupan sehari‑hari kita sering kali membutuhkan teman untuk menumpang kendaraan, membantu menyelesaikan pekerjaan, atau sekadar menemani.  Islam menempatkan nilai kebersamaan ( *ta‘āwun* , *ukhuwwah* ) pada posisi yang sangat tinggi, karena segala perbuatan baik lebih mudah dicapai bila dikerjakan bersama‑sama dengan niat yang ikhlas kepada Allah SWT.   Berikut beberapa poin penting yang dapat menjadi pedoman bagi kita dalam mempraktikkan “nebeng” yang sesuai dengan ajaran Qur’an dan Sunnah.   --- #### 1. Kebersamaan sebagai Perintah Allah   > **“Dan berpegang‑eratlah kamu semuanya dengan tali (agama) Allah, seraya kamu bersatu (jama‘ah), dan janganlah kamu berpecah‑pecahan.”**   > *Surah Ali ‘Imran 3:103*   Ayat ini mene...

**Maru – Menelusuri Makna dan Hikmah di Balik Satu Kata**

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   **Maru – Menelusuri Makna dan Hikmah di Balik Satu Kata**   --- ### 1. Pendahuluan   Kata *Maru* tidak muncul secara eksplisit dalam Al‑Qur’an maupun Hadis, namun dalam tradisi bahasa Arab terdapat istilah yang mirip, yaitu **مَرُوءَة (muru’ah)**.  Muru’ah berarti *kehormatan diri, kesopanan, serta akhlak mulia* yang sejalan dengan martabat seorang Muslim. Karena tidak ada istilah “Maru” yang khusus dalam sumber‑sumber Islam, para ulama biasanya mengaitkannya dengan konsep muru’ah. Oleh karena itu, dalam artikel ini kita akan mengupas makna, dasar Qur’an‑Sunnah, serta penerapan praktisnya dalam kehidupan sehari‑hari.   --- ### 2. Definisi Muru’ah (Maru)   | Bahasa | Istilah | Makna | |--------|---------|-------| | Arab   | مَرُوءَة (muru’ah) | Sifat kehormatan diri, kesopanan, rasa malu yang baik (ḥayā’), menepati janji, menjauhi perbuatan tercela. | | Indonesia | Maru (dal...

**Relet (Pelet) dalam Perspektif Islam**

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   **Relet (Pelet) dalam Perspektif Islam**   --- ### 1. Apa itu “Relet” atau “Pelet”? Kata *relet* tidak terdapat dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia yang baku, namun dalam percakapan sehari‑hari di kalangan masyarakat Indonesia sering dipakai sebagai sinonim **pelet** – ilmu yang dipergunakan untuk mempengaruhi hati, pikiran, atau perasaan seseorang, khususnya dalam urusan asmara. Pelet biasanya dikaitkan dengan praktik‑praktik gaib, mantra, atau ramuan yang diyakini dapat “menarik” atau “menyihir” orang lain. --- ### 2. Landasan Al‑Qur’an Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menegaskan bahwa segala bentuk sihir, termasuk pelet, adalah ilmu yang diajarkan oleh setan: > **“Dan mereka mengikuti apa yang dibacakan oleh setan‑setan pada masa pemerintahan Sulaiman. Dan Sulaiman tidak kafir, tetapi setan‑setan itulah yang kafir; mereka mengajarkan sihir kepada manusia.”**   > *(QS. Al‑Baqarah [2]: 102)* ...

**Kedip Mata dalam Perspektif Islam**

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   **Kedip Mata dalam Perspektif Islam**   --- ### 1. Kedip Mata: Fenomena Alami yang Diciptakan Allah   Mata manusia berkedip secara otomatis setiap beberapa detik. Kedipan berfungsi untuk: * **Menyebarkan air mata** yang mengandung oksigen ke seluruh permukaan kornea, sehingga mata tetap lembab dan bersih.   * **Melindungi** mata dari partikel debu, cahaya yang terlalu terang, atau benda asing yang dapat mengganggu penglihatan.   Semua itu adalah tanda kebijaksanaan Allah dalam menciptakan makhluk‑Nya. Allah berfirman: > “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi serta perbedaan bahasa dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”   > *(QS. Ar‑Rūm: 22)*   Kedipan mata termasuk “tanda‑tanda” yang menunjukkan betapa teratur dan terawatnya ciptaan Allah. --- ### 2. Tidak Ad...

Langit dalam Perspektif Islam: Keagungan, Fungsinya, dan Hikmah bagi Hati

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   ### Langit dalam Perspektif Islam: Keagungan, Fungsinya, dan Hikmah bagi Hati   --- #### 1.  Langit sebagai Tanda Kebesaran Allah   Al‑Qur’an menyebutkan **as‑samāwāt** (langit‑langit) lebih dari seratus kali, menegaskan bahwa ciptaan ini adalah bukti nyata kebesaran dan kekuasaan **Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā**.   > **“Dialah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”**   > *[QS. Al‑Baqarah 2:29]*   > **“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh langit); dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).”**   > *[QS. Al‑Muminūn 23:17]*   Ayat‑ayat ini menegaskan bahwa **langit bukan sekadar ruang fisik**, melainkan manifestasi kebesaran Sang Pencipta yang meliputi segala sesuatu,...