Postingan

Layang‑Layang dalam Perspektif Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   ### Layang‑Layang dalam Perspektif Islam   #### 1. Pengantar   Layang‑layang (bahasa Arab: **طائرة ورقية / طَائِرَة وَرَقِيَّة**) adalah mainan tradisional yang terbang menari di atas angin.  Dari generasi ke generasi, anak‑anak dan bahkan orang dewasa menikmati keindahan warna‑warnanya serta sensasi mengendalikan sesuatu yang melayang tinggi.  Karena aktivitas ini sangat dekat dengan alam, ia memberi peluang bagi kita untuk merenungkan kebesaran Sang Pencipta. #### 2. Apakah Layang‑Layang Halal?   Islam tidak melarang permainan atau hiburan asalkan memenuhi tiga syarat utama: 1. **Tidak menyalahi syariat** – tidak mengandung unsur haram (misalnya, perjudian, fitnah, atau meniru perilaku yang dilarang).   2. **Tidak mengganggu kewajiban agama** – tidak membuat kita lalai shalat, puasa, atau ibadah lainnya.   3. **Tidak merusak diri atau orang lain** – tidak menimbulkan...

Lurah dalam Perspektif Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   ### Lurah dalam Perspektif Islam   #### 1. Pengantar   Lurah adalah pemimpin administratif di tingkat kelurahan yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai seorang pemimpin, lurah wajib meneladani nilai‑nilai Islam yang menekankan keadilan, amanah, dan kepedulian terhadap sesama.   #### 2. Landasan Qur’an dan Sunnah tentang Kepemimpinan   - **Al‑Qur’an** menegaskan bahwa **“Rijalun qawwāmūna ‘alā an‑nisā’i”** (QS. An‑Nisa’ 4:34) yang berarti laki‑laki berperan sebagai penanggung jawab (qawwam) atas keluarga dan masyarakat. Penanggung jawab ini mencakup keadilan, perlindungan, serta pemeliharaan hak‑hak orang lain.   - **Hadis Nabi ﷺ** menekankan pentingnya keadilan dalam memimpin:     > “Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada hamba‑Nya berbuat adil dan berbuat kebajikan…” (HR. Al‑Bukhar...

Nyata : Memahami Kebenaran yang Jelas dalam Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   ### Nyata : Memahami Kebenaran yang Jelas dalam Islam   Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu yang hakiki dan **nyata** (jelas, nyata, tidak samar‑samar) berasal dari Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, Sang Maha Mengetahui. Dalam Al‑Qur’an dan Sunnah, kata *nyata* tidak sekadar berarti “terlihat oleh mata”, melainkan menyingkapkan **kebenaran yang pasti**, **keyakinan yang mantap**, serta **realitas yang tidak dapat dipertikaikan**. Berikut rangkaian pemahaman tentang *nyata* yang dapat menenangkan hati dan menuntun hidup kita. --- #### 1. Allah adalah Maha Nyata   > **“Dialah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Kekal lagi tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”**   > *Surah Al‑Ikhlās 112:1‑4*   Ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah **Nyata** dalam segala sifat‑Nya: tidak tergoyahkan, tidak terkelirukan, dan selalu hadir dalam set...

Celengan: Menabung dengan Hati yang Taqwa

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   ### Celengan: Menabung dengan Hati yang Taqwa   Di dalam kehidupan sehari‑hari, banyak di antara kita yang menggunakan **celengan** sebagai sarana menabung.  Celengan bukan sekadar wadah logam atau plastik; ia dapat menjadi **alat ibadah** bila dipergunakan dengan niat yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam. Berikut beberapa hal yang perlu kita perhatikan, berdasarkan Al‑Qur’an, Hadis, dan pemahaman para ulama. --- #### 1. Menabung adalah Perbuatan yang Diperbolehkan dan Dianjurkan   > **“Hai orang‑orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah disiapkannya untuk hari esok…”**   > *[Surah Al‑Hasyr: 18]*   Ayat ini mengajarkan bahwa setiap mukmin harus memikirkan masa depan, termasuk persiapan materi yang halal. Menyisihkan sebagian pendapatan untuk keperluan mendatang, pendidikan, atau membantu orang lain merupakan bentuk...

Terbunuh dalam Perspektif Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   ### Terbunuh dalam Perspektif Islam   Kematian adalah takdir yang telah ditetapkan Allah SWT bagi setiap makhluk-Nya. Di antara berbagai cara berakhirnya hidup, “terbunuh” atau “dibunuh” memiliki makna khusus dalam ajaran Islam, terutama bila terjadi dalam rangka menegakkan kebenaran, menegakkan hak, atau di jalan Allah. Berikut penjelasan yang diambil dari Al‑Qur’an dan Sunnah, disajikan dengan bahasa yang lembut dan mudah dipahami. --- #### 1. **Mati Karena Terbunuh Bukan Akhir Kehidupan**   Allah SWT menegaskan dalam **Surah Ali ‘Imran ayat 169**:   > *“Dan janganlah kamu mengira bahwa orang‑orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati. Bahkan, mereka itu hidup di sisi Allah, dan mereka memperoleh rezeki.”*   Ayat ini mengingatkan bahwa jiwa yang terbunuh dalam rangka menegakkan agama tidak “mati” dalam arti mutlak. Mereka tetap hidup di alam barzakh dan akan memperoleh balasan yang ...

Rungsar – Tiang‑Tiang Kekuatan Iman dalam Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,** ### Rungsar – Tiang‑Tiang Kekuatan Iman dalam Islam   Saudaraku yang dikasihi Allah, dalam menapaki jalan hidup yang penuh tantangan, setiap Muslim memerlukan “tiang‑tiang” yang kuat agar iman tetap tegak dan hati tetap tenang. Dalam bahasa Arab, kata **“rungsar”** (رُّنْجَسَر) tidak muncul secara khusus dalam Al‑Qur’an maupun Sunnah, namun makna yang terkandung di dalamnya sangat mirip dengan istilah **“rukun”** – yaitu pilar‑pilar utama yang menegakkan agama Islam.   Oleh karena itu, dalam artikel ini kita akan membahas **Rukun‑Rukun Islam** (lima tiang utama) yang menjadi “rungsar” bagi setiap Muslim, lengkap dengan dalil‑dalil Qur’an dan hadits serta penjelasan yang mudah dipahami. Semoga tulisan ini menenangkan hati, memperkuat keimanan, dan menjadi cahaya dalam setiap langkahmu. --- ## 1. Syahadat – Pengakuan Dua Kalimat > **“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang mempersekutukan-Nya, dan Dia...

Menghadapi Kesulitan dalam Hidup Seorang Muslim

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   --- ### Menghadapi Kesulitan dalam Hidup Seorang Muslim   Kehidupan manusia tidak lepas dari ujian‑ujian dan rintangan‑rintangan yang sering kali terasa “sulit”. Namun, sebagai hamba Allah, kita diajarkan untuk menanggapi setiap kesulitan dengan **sabar**, **tawakkal**, dan **keyakinan** bahwa Allah senantiasa bersama hamba‑Nya yang berserah diri. #### 1. Jangan Pernah Putus Asa   > *“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah; sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali orang-orang yang kafir.”*   > — **QS. Yusuf [12]: 87** Ayat ini menegaskan bahwa harapan kepada rahmat Allah tidak pernah berakhir. Walaupun situasi tampak gelap, Allah menjanjikan bahwa Dia tidak akan meninggalkan hamba‑Nya yang tetap beriman dan berserah. #### 2. Keutamaan Kesabaran   > *“Barangsiapa yang bersabar, maka Allah akan memberinya kesabaran. Dan tidak ada seorang pun yang d...