Postingan

Tiwas dalam Perspektif Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,** ### Tiwas dalam Perspektif Islam   Kata **tiwas** dalam bahasa Jawa berarti *dibela‑belain* atau *didukung*.  Meskipun istilah ini tidak muncul secara langsung dalam Al‑Qur’an atau Hadis, makna dasarnya sangat selaras dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya **menolong, membela, dan mendukung sesama**.   Berikut beberapa poin utama yang menghubungkan konsep tiwas dengan nilai‑nilai Islam: --- #### 1. **Al‑Qur’an memerintahkan saling menolong**   > “Dan orang‑orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain.”   > *(QS. At‑Taubah: 71)*   Ayat ini menegaskan bahwa umat Islam wajib menjadi **penolong** bagi sesama, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi.  Ketika kita *tiwas*—membela atau mendukung orang lain—kita melaksanakan perintah Allah SWT. --- #### 2. **Hadis menekankan pahala membantu sesama**   > “Bar...

**Niat – Pondasi Setiap Amal yang Diterima Allah SWT**

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   **Niat – Pondasi Setiap Amal yang Diterima Allah SWT**   --- ### 1. Pengertian Niat dalam Islam   Niat (niyyah) adalah keinginan hati yang mengarahkan seseorang untuk melakukan suatu perbuatan, baik ibadah maupun amal duniawi, dengan tujuan tertentu. Dalam bahasa Arab, *niyyah* berarti “menetapkan tujuan di dalam hati”. Niat bukan sekadar pikiran sesaat, melainkan kesungguhan yang terpatri dalam hati sebelum tindakan dilaksanakan.   --- ### 2. Dalil Qur’an tentang Niat   Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menegaskan pentingnya niat dalam beberapa ayat, antara lain:   | Ayat | Isi Pokok | Makna bagi Niat | |------|-----------|-----------------| | **Al‑Bayyinah 98:5** | “Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan ikhlas kepada-Nya semata‑mata…” | Menyebutkan keikhlasan (ikhlās) sebagai syarat utama ibadah. | | **Al‑Ankabut 29:65** | “Dan janganlah kamu berdeb...

Keker (Tauhid) dalam Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh** ### Keker (Tauhid) dalam Islam   Keker, yang dalam bahasa Arab disebut **Tauhid**, adalah inti ajaran Islam yang menegaskan keesaan Allah SWT. Semua amal ibadah, keyakinan, dan perilaku seorang Muslim berlandaskan pada pemahaman bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Berikut penjelasan singkat mengenai keker berdasarkan Al‑Qur’an dan Sunnah, disajikan dengan bahasa yang lembut, mudah dipahami, dan menenangkan hati. --- #### 1. Pengertian Keker (Tauhid) - **Tauhid Rububiyyah** – mengakui bahwa Allah adalah Pencipta, Pemelihara, dan Penguasa seluruh alam semesta.     *“Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Pemelihara segala sesuatu.”* (QS. Al‑Haqqah: 2) - **Tauhid Uluhiyyah** – menyembah Allah semata, tanpa menyekutukan-Nya dalam ibadah.     *“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang mempersekutukan Dia.”* (QS. Al‑Maidah: 72) - **Tauhid Asma’ wa Sifat** – mempercayai nama‑nama dan ...

Rekrutmen dalam Perspektif Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,** ### Rekrutmen dalam Perspektif Islam   Rekrutmen, atau proses penerimaan seseorang untuk bergabung dalam suatu organisasi, merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan berumah tangga. Dalam Islam, setiap tindakan yang melibatkan manusia harus dilandasi nilai‑nilai **keadilan, kejujuran, amanah, dan keteladanan**. Berikut ulasan singkat mengenai prinsip‑prinsip Islam yang menjadi pedoman dalam proses rekrutmen. --- #### 1. Keadilan (Al‑‘Adl) dalam Setiap Langkah   > **“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan keadilan karena Allah…”**   > *(QS. An‑Nisa’: 135)*   Allah SWT menegaskan pentingnya keadilan dalam setiap keputusan. Pada rekrutmen, keadilan berarti: - **Memberi kesempatan yang sama** kepada semua pelamar tanpa memandang suku, ras, atau hubungan kekerabatan.   - **Menilai berdasarkan kualifikasi** (pendidikan, pengalama...

Tega dalam Islam: Kekuatan Hati yang Teguh

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,** ### Tega dalam Islam: Kekuatan Hati yang Teguh **Pengertian Tega**   Dalam bahasa Indonesia, “tega” berarti keras hati, tidak mudah menyerah, dan tetap berpegang pada prinsip yang benar. Dalam konteks Islam, sifat ini selaras dengan **istiqamah** (keteguhan) dan **sabr** (kesabaran). Seorang mukmin yang memiliki sifat tega adalah orang yang tetap berada di jalan Allah meski menghadapi rintangan, cobaan, atau godaan duniawi. **Landasan Qur’ani**   Al‑Qur’an menegaskan pentingnya keteguhan hati dalam beberapa ayat, antara lain: - **Surah Al‑‘Imran 3:200**     “Hai orang‑orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah (teguhkan) hatimu dengan bersujud kepada Allah.”   - **Surat Al‑Aziz 3:200** (dengan arti yang sama) menekankan bahwa orang beriman harus “meneguhkan hati” dalam menghadapi segala ujian. - **Surat Al‑Azhab 33:31**     “Dan janganlah kamu lemah dan janganlah kamu be...

Banyak Menurut Perspektif Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**   **Banyak** – sebuah kata yang sering kita temui dalam percakapan sehari‑hari. Dalam Islam, makna “banyak” tidak hanya sekadar kuantitas, melainkan juga kualitas, niat, dan dampaknya terhadap kehidupan seorang Muslim. Berikut beberapa dimensi “banyak” yang dijelaskan dalam Al‑Qur’an dan Sunnah, disajikan dengan bahasa yang lembut dan menenangkan hati.   --- ### 1. Banyaknya Harta, Bukan Penentu Kebahagiaan   Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:   > *“Dan apa saja yang kamu miliki, adalah titipan Allah, dan Dia adalah sebaik‑baik pemberi rezeki.”*   > **(QS. Al‑Ḥadīd 57:7)**   Ayat ini mengingatkan bahwa harta yang banyak hanyalah amanah yang diberikan Allah. Nilai seseorang tidak diukur dari berapa banyak hartanya, melainkan dari **keikhlasan** dalam menggunakannya untuk kebaikan, menunaikan hak‑hak Allah, dan menolong sesama.   Hadis Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘ala...

Tautan dalam Islam: Makna, Bentuk, dan Implementasinya

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh** ### Tautan dalam Islam: Makna, Bentuk, dan Implementasinya   Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini terjalin dalam satu jaringan yang penuh hikmah. Kata **tautan** (bahasa Arab: *rabṭ* atau *wasl*) berarti “hubungan”, “ikatan”, atau “jembatan” yang menghubungkan satu titik dengan titik lainnya. Dalam kerangka keimanan, tautan dapat dipahami dalam tiga dimensi utama: 1. **Tautan antara Allah SWT dan hamba‑Nya**   2. **Tautan antar sesama manusia**   3. **Tautan antara manusia dengan makhluk lain (masjid, Al‑Qur’an, sunnah, dll.)** Berikut penjelasan masing‑masing dimensi tersebut, disertai dalil Qur’an, hadis, serta contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari‑hari. --- #### 1. Tautan antara Allah SWT dan Hamba‑Nya   Allah berfirman: > “Dan apabila hamba‑hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka Aku menjawab, ‘Sesungguhnya Aku ini dekat.’”   > *(QS. Al‑Baqarah 186)*...