**Durian dalam Perspektif Islam**
**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**
**Durian dalam Perspektif Islam**
Durian adalah buah yang terkenal dengan aroma kuat, rasa manis‑gurih, serta daging buah yang lembut. Bagi banyak orang, durian menjadi salah satu nikmat yang dinikmati pada musimnya. Dalam Islam, setiap ciptaan Allah SWT yang berada di bumi termasuk dalam anugerah‑anugerah yang dapat dimanfaatkan manusia, asalkan tidak ada dalil yang melarangnya. Berikut ulasan singkat mengenai durian dari sudut pandang Qur’an, Sunnah, dan ilmu fikih.
---
### 1. Semua yang ada di bumi adalah rezeki Allah
Allah SWT berfirman:
> “Dialah yang menjadikan kamu berbangsa‑bangsa dan bersuku‑suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
> *(QS. Al‑Hujurat: 13)*
Dan juga:
> “Itulah Dia yang menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi untuk kamu.”
> *(QS. Al‑Baqara: 29)*
Ayat‑ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang Allah ciptakan, termasuk buah durian, adalah rezeki yang halal bagi hamba‑Nya, kecuali ada dalil yang secara tegas melarangnya.
---
### 2. Tidak ada dalil yang mengharamkan durian
Dalam ilmu fikih, sesuatu dianggap **halal** bila tidak terdapat dalil yang menyatakan **haram**. Selama tidak ada ayat Qur’an, hadits, atau ijma’ (kesepakatan ulama) yang melarang suatu makanan, maka makanan itu boleh dikonsumsi.
- **Durian tidak disebutkan dalam Al‑Qur’an maupun Hadits sebagai makanan yang haram.**
- Beberapa ulama meneliti kandungan alkohol alami yang terdapat dalam durian. Alkohol yang terbentuk secara alami dalam buah tidak termasuk dalam kategori *khamr* (minuman memabukkan) yang dilarang, karena *khamr* yang diharamkan adalah minuman yang sengaja diformulasikan untuk memabukkan.
Dengan demikian, **durian termasuk dalam makanan yang halal**.
---
### 3. Etika makan menurut Sunnah
Rasulullah SAW bersabda:
> “Makanlah dan minumlah, tetapi jangan berlebih‑lebiha; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih‑lebiha.”
> *(HR. Bukhari)*
Dari sabda ini, kita dapat mengambil beberapa pelajaran ketika menikmati durian:
1. **Bersyukur** – Mengucapkan *bismillah* sebelum makan sebagai tanda rasa syukur atas nikmat Allah.
2. **Tidak berlebihan** – Walaupun durian lezat, tetaplah mengontrol porsi agar tidak menimbulkan kelaparan atau gangguan kesehatan.
3. **Berbagi** – Jika memungkinkan, bagikan durian kepada keluarga, tetangga, atau orang yang membutuhkan, sebagaimana sunnah berbagi rezeki.
---
### 4. Manfaat kesehatan sebagai karunia Allah
Durian mengandung vitamin C, serat, kalium, serta anti‑oksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah, karena tubuh yang sehat memudahkan kita melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
> “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”
> *(QS. Al‑Baqarah: 195)*
Dengan mengonsumsi durian secara wajar, kita memanfaatkan karunia Allah untuk menjaga kesehatan.
---
### 5. Kesimpulan
- **Durian adalah halal** karena tidak ada dalil yang melarangnya.
- Alkohol alami yang terdapat dalam durian tidak termasuk *khamr* yang diharamkan.
- Nikmati durian dengan **bersyukur, tidak berlebihan, dan berbagi** sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Semoga artikel singkat ini menambah pemahaman kita tentang bagaimana Islam memandang nikmat alam, termasuk buah durian, serta mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas setiap rezeki yang diberikan Allah SWT.
**Wallahu a’lam wa huwa al‑hakiim.**
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar