Lagi Ngurusin Orang Bego Apa Engga
Assalamualaikum, saudaraku yang dirahmati Allah.
Mungkin pertanyaanmu ini lagi nunjukin rasa kesal ya, seperti “Lagi capek ngurusin orang yang sulit dipahami atau yang kelakuannya kurang bijak, atau nggak usah?”
Dalam ajaran Islam, kita diajarkan untuk **menjaga lisan dan hati** dengan lembut. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa sebaik-baiknya Islam seseorang adalah yang bisa menjaga lisannya dari hal-hal yang tidak bermanfaat.
Orang yang kita anggap “bego” atau sulit itu sebenarnya juga hamba Allah yang sama seperti kita. Mungkin dia lagi dalam ujian, kurang ilmu, atau memang sedang butuh bimbingan dengan sabar. Tapi kalau mengurusinya sudah membuat hati kita gelisah, iman kita terganggu, atau waktu untuk ibadah dan keluarga jadi terbuang sia-sia, maka **boleh saja kita mundur dengan bijak**.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra: 36)
Artinya, kita tidak wajib membebani diri dengan urusan yang tidak jelas manfaatnya. Lebih baik fokus memperbaiki diri sendiri, menambah ilmu, dan berdoa agar orang itu diberi petunjuk. Kalau memang ada kesempatan untuk menasihati dengan lembut dan tanpa menghina, itu baik. Tapi kalau sudah bikin stres dan marah, lebih utama menjaga hati kita agar tetap tenang dan dekat dengan Allah.
Jadi, **tidak usah terlalu ngurusin** kalau itu hanya bikin capek tanpa hasil. Alihkan energi untuk hal-hal yang mendekatkan kita pada tauhid: shalat tepat waktu, baca Al-Qur’an, dan ingat bahwa segala urusan akhirnya kembali kepada Allah.
Semoga Allah berikan kita kesabaran, hikmah, dan hati yang tenang. Kalau ada yang ingin dibahas lebih lanjut tentang cara menjaga hati dari gangguan seperti ini, silakan ceritakan ya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲