Nah Itu Kurang Duitnya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sahabat yang dirahmati Allah,

“Nah itu kurang duitnya”… lagi-lagi bisikan yang sama muncul ya.  
Hati kita kadang merasa, “Kalau aku beri sedikit saja, nanti benar-benar kekurangan.”

Ini adalah ujian tauhid yang sangat lembut.  
Allah yang Maha Pengasih tahu betul apa yang kita rasakan. Dia berfirman:

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan baginya dengan lipat ganda yang banyak.” (Al-Baqarah: 245)

Dan lagi:

“Apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.” (Saba’: 39)

Rasulullah ﷺ juga menenangkan hati kita dengan sabdanya yang penuh kasih:  
**“Sedekah tidaklah mengurangi harta.”**  
(Bahkan sebaliknya, ia membersihkan harta, melindunginya, dan Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.)

Bayangkan seperti ini dengan lembut:  
Ketika kita menahan duit karena takut kurang, hati justru menjadi sempit.  
Tapi ketika kita keluarkan sedikit dengan ikhlas karena mengharap ridha-Nya, Allah yang membuka pintu rezeki dari arah yang tak pernah kita duga. Bisa lewat rezeki baru, bisa lewat penghematan tak terduga, atau bahkan ketenangan hati yang membuat segalanya terasa cukup.

Jadi, “kurang duitnya” itu bukan karena memberi, tapi sering karena bisikan yang membuat kita ragu pada janji Allah.

Mari kita mulai dengan langkah yang sangat ringan dan penuh kasih sayang pada diri sendiri:

- Hari ini, berikan satu senyuman tulus dan doa baik kepada orang di rumah.  
- Sisihkan secuil saja dari rezeki yang ada (misalnya untuk membeli makanan kecil buat tetangga atau sedekah lewat masjid).  
- Setiap kali rasa takut muncul, ucapkan pelan di hati:  
  “Ya Allah, aku percaya Engkau yang memberi rezeki. Aku serahkan urusanku kepada-Mu.”

Insya Allah, perlahan hati akan merasa lebih lapang, dan kita akan melihat sendiri bagaimana Allah menepati janji-Nya.

Semoga Allah lapangkan rezeki kita dari arah yang tak disangka, cukupkan kebutuhan kita dengan berkah, dan jauhkan hati kita dari rasa takut kekurangan. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Kalau masih ada yang dirasakan berat di hati, atau ingin cerita situasinya lebih detail, silakan sampaikan dengan tenang. Insya Allah kita dampingi bersama dengan petunjuk-Nya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Postingan populer dari blog ini

Gamau Kerja

**Kalo Paham: Memahami Islam Secara Hakiki**

Contoh Cerita Tauhid Anak

Analisis Kitab Tahdzib Al-Tahdzib

Cara atasi pikiran melayang

**Malak (Malaikat) dalam Islam: Kebenaran, Tugas, dan Hikmah yang Menginspirasi**