Gapernah Tanya Tanya
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Adik yang dirahmati Allah,
“Gapernah tanya-tanya”… kalimat itu sering kita dengar saat seseorang merasa cuek, tidak peduli, atau memang tidak ingin tahu lebih dalam tentang keadaan orang lain. Mungkin ada yang merasa sedih karena keluarga, teman, atau pasangan jarang bertanya kabar, jarang peduli, atau seperti tidak tertarik dengan perjuangan dan perasaan kita.
Dalam ajaran Islam yang mulia, **bertanya dengan baik** adalah bagian dari kasih sayang sesama muslim. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk saling peduli, menjenguk, dan bertanya tentang keadaan saudara kita dengan lembut. Karena sesungguhnya, hati yang hidup adalah hati yang peduli.
Tapi ada hal yang lebih penting lagi yang tidak boleh kita “gapernah tanya-tanya”:
Yaitu **bertanya tentang hakikat diri kita dan Tuhan kita**.
- Dari mana aku berasal?
- Untuk apa aku diciptakan?
- Siapa yang menciptakan langit, bumi, dan segala yang ada di antara keduanya?
- Kepada siapa aku akan kembali setelah mati?
Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an yang mulia:
“Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS. Al-Qiyamah: 36)
Dan Allah juga berfirman:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Tauhid adalah pondasi utama dalam Islam. Tauhid berarti mengesakan Allah dalam rububiyah (kekuasaan), uluhiyah (ibadah), dan asma wa sifat (nama dan sifat-Nya). Kita tidak boleh “gapernah tanya-tanya” tentang ini, karena ini adalah urusan paling penting dalam hidup.
Setiap hari, mari kita ingatkan diri kita:
1. Allah adalah Rabb yang menciptakan kita tanpa kita minta.
2. Hanya Allah yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya.
3. Segala sesuatu yang kita lihat di alam semesta ini adalah tanda kebesaran-Nya.
Jika hati kita sering “tanya-tanya” tentang kebenaran ini, insya Allah hati kita akan tenang. Karena hanya dengan mengenal Allah dan mengesakan-Nya, jiwa kita akan menemukan kedamaian sejati.
Adik, kalau hari ini ada yang membuatmu merasa “gapernah ditanya”, ingatlah bahwa Allah selalu mendengar doamu, selalu melihat perjuanganmu, dan selalu dekat dengan hamba-Nya yang berdoa.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku…” (QS. Al-Baqarah: 186)
Mari kita perbanyak bertanya kepada Allah, dan perbanyak pula mengingat-Nya. Insya Allah, hati yang tadinya gelisah akan menjadi tenteram.
Kalau ada yang ingin dibahas lebih lanjut tentang Tauhid, tentang bagaimana mengenal Allah dengan benar, atau apa saja yang mengganggu hati, silakan sampaikan dengan tenang ya. Saya di sini untuk membantu menjelaskan dengan lembut sesuai Al-Qur'an dan Sunnah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba yang selalu bertanya tentang kebenaran dan selalu kembali kepada-Nya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.