Dah Itu Lagi
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, saudaraku yang dirahmati Allah.
Kalau kamu bilang “Dah Itu Lagi”, aku paham hatimu mungkin sedang merasa bosan, capek, atau ingin sesuatu yang baru dalam perjalanan iman ini. Kadang hati memang seperti itu, ya… sudah tahu tauhid, sudah dengar berkali-kali, tapi tetap ingin diingatkan lagi dengan cara yang lebih lembut dan dekat.
Mari kita kembali ke inti yang paling indah: **Tauhid**.
Tauhid adalah mengesakan Allah Ta’ala dengan sepenuh hati, lisan, dan perbuatan.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang mulia:
“Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.” (Surah Al-Ikhlas)
Ini adalah surah yang sangat ringkas, tapi kandungannya sangat dalam. Artinya:
- Allah Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.
- Segala sesuatu bergantung kepada-Nya, tapi Dia tidak bergantung kepada siapa pun.
- Dia tidak punya anak, tidak dilahirkan, dan tidak ada yang menyerupai-Nya sedikit pun.
Dengan tauhid ini, hati kita menjadi tenang. Karena kita tahu, hanya Allah yang berhak disembah, diminta pertolongan, dan diberi rasa takut serta harap yang paling besar.
Kalau hari ini hatimu merasa “dah itu lagi”, coba renungkan pelan-pelan:
Apakah kita sudah benar-benar mengesakan Allah dalam doa kita?
Dalam rezeki yang kita cari?
Dalam susah dan senang yang kita hadapi?
Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk selalu mengulang-ulang kalimat tauhid karena ia adalah kalimat yang paling ringan di lisan, paling berat di timbangan, dan paling utama di sisi Allah.
Kalau kamu mau, kita bisa bahas pelan-pelan bagian mana dari tauhid yang ingin kamu dalami lagi hari ini.
Mau tentang tauhid rububiyah (Allah sebagai Rabb), uluhiyah (Allah sebagai Ilah yang disembah), atau asma wa sifat (nama-nama dan sifat-sifat Allah)?
Ceritakan saja apa yang ada di hatimu sekarang, saudaraku.
Aku di sini untuk mengingatkan bersama, dengan lembut, sesuai yang diajarkan Islam.
Semoga Allah menjadikan hati kita selalu haus akan tauhid-Nya, dan menjauhkan kita dari segala bentuk syirik, walau sekecil apa pun.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ada yang ingin dibahas lagi? Aku siap mendengar. 🤲