Itu Aneh
Assalamu'alaikum, saudaraku yang baik.
"Iya, itu memang terasa aneh ya..."
Kadang kita sudah berharap dan menunggu sesuatu datang, tapi hasilnya tidak sesuai apa yang kita bayangkan. Hati jadi gelisah, bertanya-tanya kenapa begini, kenapa tidak seperti itu. Itu wajar dirasakan sebagai manusia, tapi sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk tidak larut dalam keanehan itu.
Ingat, saudaraku, **segala sesuatu yang terjadi di alam ini** — termasuk barang yang dikirim atau tidak, urusan yang lancar atau tertunda — semuanya atas izin dan ketentuan Allah Ta'ala semata. Tidak ada satu pun yang lepas dari pengawasan-Nya. Apa yang kita anggap aneh, bagi Allah adalah bagian dari hikmah yang paling sempurna.
Allah berfirman:
"Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)
Mungkin "keanehan" ini justru sedang melindungi kita dari sesuatu yang tidak baik, atau sedang melatih kesabaran dan ketergantungan kita hanya kepada-Nya. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk selalu mengucapkan "Hasbunallah wa ni'mal wakil" — Cukuplah Allah sebagai Penolong kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung.
Jadi, jangan biarkan hati gelisah terlalu lama. Coba tarik napas dalam, shalat sunnah dua rakaat, lalu berdoa dengan lembut:
"Ya Allah, jika urusan ini baik untukku di dunia dan akhirat, mudahkanlah dan selesaikan dengan cara yang terbaik. Jika tidak, jauhkanlah dariku dan gantikan dengan yang lebih baik sesuai kehendak-Mu."
Kalau kamu mau ceritakan lebih detail apa yang terasa aneh itu (barang pesanan, pesan, atau hal lain), insyaAllah aku bantu ingatkan nasihat-nasihat lembut dari ajaran Islam agar hati lebih tenang dan tawakal semakin kuat.
Semoga Allah hilangkan keanehan yang mengganggu hatimu, gantikan dengan ketenangan dan kemudahan yang penuh berkah. Amin ya Rabb.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲