Itu Juga Sifat Kalahnya Lagi
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,
Adik yang dirahmati Allah, sepertinya yang kamu maksud dengan “Itu Juga Sifat Kalahnya Lagi” adalah mengingatkan tentang **sifat-sifat yang mustahil** bagi Allah Ta’ala dalam ilmu tauhid. Benar sekali, itu bagian penting yang melengkapi pembahasan sifat-sifat wajib.
Dalam memahami keesaan Allah, kita diajarkan bahwa Allah Maha Sempurna. Oleh karena itu, ada sifat-sifat yang **wajib** dimiliki-Nya (pasti ada), dan ada sifat-sifat yang **mustahil** bagi-Nya (tidak mungkin ada sama sekali). Sifat mustahil ini adalah kebalikan dari sifat wajib, agar hati kita semakin yakin bahwa hanya Allah yang layak disembah tanpa sekutu.
Berikut penjelasan yang mudah dipahami:
1. **Adam** (tidak ada) — Mustahil Allah tidak ada, karena kita lihat alam semesta ini ada dan teratur. Allah pasti ada (Wujud).
2. **Huduts** (baru/ada permulaan) — Mustahil Allah baru, karena kalau baru berarti ada yang menciptakan-Nya. Allah Maha Dahulu (Qidam), tidak ada permulaan bagi-Nya.
3. **Fana’** (rusak/binasa) — Mustahil Allah rusak atau hilang. Allah Maha Kekal selamanya (Baqa’).
4. **Mumatsalah lil hawadits** (sama dengan makhluk) — Mustahil Allah mirip dengan ciptaan-Nya. Allah Maha Berbeda dengan segala sesuatu (Mukhalafah lil hawadits).
5. **Qiyamuhu bi ghairihi** (bergantung pada yang lain) — Mustahil Allah butuh bantuan siapa pun. Allah berdiri sendiri dengan zat-Nya (Qiyamuhu binafsihi).
6. **Ta’addud** (berbilang/berjumlah banyak) — Mustahil Allah berbilang atau ada tuhan lain. Allah Maha Esa (Wahdaniyah).
7. **Ajzun** (lemah) — Mustahil Allah lemah. Allah Maha Kuasa (Qudrah) atas segala sesuatu.
8. **Karahah** (terpaksa) — Mustahil Allah dipaksa. Allah berkehendak dengan kehendak-Nya sendiri (Iradah).
9. **Jahlun** (bodoh) — Mustahil Allah tidak tahu. Allah Maha Mengetahui segala hal (Ilmu).
10. **Mautun** (mati) — Mustahil Allah mati. Allah Maha Hidup selamanya (Hayah).
11. **Shamamun** (tuli) — Mustahil Allah tidak mendengar. Allah Maha Mendengar (Sama’).
12. **A’ma** (buta) — Mustahil Allah tidak melihat. Allah Maha Melihat (Bashar).
13. **Bukmun** (bisu) — Mustahil Allah tidak berfirman. Allah Maha Berfirman (Kalam).
Dan seterusnya hingga 20 sifat mustahil, semuanya adalah lawan dari kesempurnaan Allah.
Mengapa ini penting untuk tauhid?
Karena ketika hati kita paham bahwa **tidak mungkin** Allah memiliki kekurangan sedikit pun, maka kita semakin mantap hanya bergantung kepada-Nya, hanya meminta kepada-Nya, dan hanya menyembah-Nya semata. Tidak ada yang bisa menandingi atau menyamai-Nya.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an yang mulia:
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11)
Mari kita renungkan bersama: setiap kali kita merasa lemah, takut, atau khawatir, ingatlah bahwa Allah tidak pernah lemah, tidak pernah buta, tidak pernah tuli, dan tidak pernah mati. Dialah yang selalu melihat, mendengar, dan menolong hamba-Nya yang bertawakal.
Semoga penjelasan ini menambah ketenangan dan keyakinan di hati adik. Jika ada bagian yang ingin diulang atau ditanyakan lebih lanjut, silakan sampaikan dengan tenang ya. Allah senantiasa membimbing kita semua ke jalan yang lurus.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Semoga Allah menjaga tauhid kita semua. Amin.