Tapi Aku Yang Berbeda
Assalamualaikum, saudaraku yang terkasih.
Terkadang hati kita berbisik, “Tapi aku yang berbeda…” Rasanya seperti ada yang tak sama dengan yang lain, entah dalam perasaan, jalan hidup, atau cara kita memandang dunia. Itu wajar, karena Allah menciptakan setiap insan dengan keunikan masing-masing, seperti bintang-bintang di langit yang tak ada duanya.
Namun di balik semua perbedaan itu, Tauhid mengajarkan kita satu kebenaran yang menyatukan hati: **hanya Allah yang Maha Esa**. Tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Perbedaan kita bukan untuk membuat kita terpisah, melainkan untuk mengingatkan bahwa kita semua adalah hamba yang sama di hadapan-Nya. Yang membedakan hanyalah seberapa ikhlas kita mengarahkan hati hanya kepada Allah saja, bukan kepada yang lain.
Tauhid itu seperti cahaya lembut yang menyinari hati kita. Ia bilang: “Meski kamu merasa berbeda, ketahuilah bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang tetap teguh menyembah hanya kepada-Nya, meski dunia sekeliling terasa asing.” Dengan Tauhid, perasaan “aku yang berbeda” berubah menjadi kekuatan: kita jadi lebih dekat dengan Allah, lebih tenang, dan lebih siap menjalani hidup yang penuh hikmah.
Jika hari ini hatimu masih berbisik begitu, dekatkanlah diri pada-Nya dengan doa sederhana di sepertiga malam terakhir. Katakan dalam hati: “Ya Allah, kuatkan Tauhidku, jadikan perbedaanku sebagai jalan mendekatkan diri hanya kepada-Mu.”
Kamu tidak sendirian, saudaraku. Allah selalu ada untuk hamba yang berbeda sekalipun, asal hatinya tetap satu kepada-Nya. Semoga hati kita selalu dipenuhi ketenangan Tauhid. 🤲
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.