Nanti melulu mulu
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, saudaraku yang dirahmati Allah.
“Nanti melulu mulu”… ya, ungkapan ini sering sekali kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Artinya kurang lebih: **selalu ditunda ke “nanti”**, terus-menerus, hanya itu-itu saja, tidak pernah benar-benar dikerjakan sekarang.
Banyak di antara kita yang terjebak dalam kebiasaan ini, termasuk dalam urusan yang paling penting: **mengokohkan tauhid** di hati dan kehidupan kita.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
**“Dan ingatlah kepada Tuhanmu ketika kamu lupa…”** (QS. Al-Kahfi: 24)
Ayat ini mengingatkan kita agar tidak menunda-nunda mengingat Allah. Karena setiap kali kita bilang “nanti saja”, setan pun ikut membisikkan: “Masih ada waktu banyak kok, santai dulu…”
Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk segera beramal saleh tanpa menunda. Beliau bersabda:
**“Bersegeralah melakukan kebaikan sebelum datang tujuh perkara…”**
(lalu beliau menyebut di antaranya: kematian, fitnah, dan lain-lain yang bisa datang tiba-tiba).
Tauhid adalah pondasi utama agama kita. Ia bukan sesuatu yang boleh kita simpan untuk “nanti”. Tauhid harus kita tanamkan **sekarang**, kita perbaiki **hari ini**, kita hidupkan **setiap detik**.
Contoh kecilnya saja:
- Ketika hati mulai gelisah karena dunia, jangan bilang “nanti dzikirnya”. Langsung ucapkan “Laa ilaaha illallah” dengan penuh keyakinan.
- Ketika ada keinginan yang hampir menjerumuskan ke syirik kecil (seperti terlalu bergantung pada makhluk), jangan tunda untuk kembali kepada Allah.
- Ketika shalat terasa berat, jangan katakan “nanti saja yang khusyuk”. Mulai dari sekarang dengan niat yang tulus.
Saudaraku,
Hidup ini pendek. “Nanti” yang terus kita ucapkan bisa jadi tidak pernah datang. Kematian datang tanpa permisi, dan saat itu yang akan ditanya pertama kali adalah: **“Bagaimana tauhidmu?”**
Mari kita ubah kebiasaan “nanti melulu” menjadi **“sekarang juga, karena Allah”**.
Mulai dari detik ini, perbanyak mengucap kalimat tauhid dengan hati yang hadir, perbaiki niat kita hanya untuk Allah semata, dan jauhi segala bentuk kesyirikan sekecil apa pun.
Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk tidak menunda-nunda lagi dalam mendekatkan diri kepada-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Kalau ada yang ingin dibahas lebih dalam tentang bagaimana menguatkan tauhid di tengah kesibukan sehari-hari, silakan ceritakan saja ya. Saya siap mendampingi dengan lembut, sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲