Mutlak Pelit

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sahabat yang dirahmati Allah, mungkin yang dimaksud dengan “Mutlak Pelit” adalah sifat **pelit yang sangat ekstrim** atau kikir yang mendalam. Sifat ini memang sering menjadi ujian bagi hati kita, karena manusia secara tabiat cenderung menahan harta dan kebaikan untuk diri sendiri.

Dalam ajaran Islam, sifat pelit (bakhil atau syuhhun) adalah sesuatu yang sangat tidak disukai oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman bahwa manusia itu pada dasarnya cenderung kikir, namun sebagai hamba yang beriman, kita diajarkan untuk melawannya dengan **kedermawanan** dan **kepercayaan penuh** bahwa rezeki sepenuhnya di tangan Allah.

Pelit yang mutlak biasanya muncul dalam bentuk:
- Enggan mengeluarkan harta untuk kebutuhan keluarga dengan cara yang baik.
- Sulit berbagi meskipun mampu.
- Bahkan pelit dalam hal kebaikan non-materi, seperti ilmu, senyuman, atau doa.

Rasulullah ﷺ mengingatkan kita bahwa sifat kikir dapat membinasakan umat, karena ia mendorong orang untuk memutus silaturahmi, berbuat zalim, dan lupa bahwa segala sesuatu yang kita miliki hanyalah titipan. Sebaliknya, orang yang dermawan justru akan dilapangkan rezekinya dan hatinya menjadi tenang.

Cara mengobati sifat pelit ini adalah dengan:
1. **Memperkuat tauhid** kita — yakin bahwa Allah-lah yang memberi dan yang menahan rezeki. Tidak ada yang hilang ketika kita berinfak di jalan Allah, justru itu akan kembali berlipat.
2. **Membiasakan sedekah**, meski kecil. Mulai dari senyum, memberi makan keluarga dengan ikhlas, atau membantu tetangga.
3. **Mengingat** bahwa harta yang kita tahan tidak akan ikut ke akhirat, sementara sedekah yang ikhlas akan menjadi naungan di hari kiamat.

Allah berfirman: “Setan menjanjikan kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat kikir, sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 268). Ayat ini mengajak kita untuk memilih jalan Allah, bukan bisikan setan.

Jika ada sifat pelit yang sedang dirasakan dalam diri atau dalam rumah tangga, mari kita perbaiki dengan lembut, penuh kasih sayang, dan selalu memohon pertolongan kepada Allah. Karena hati yang bersih dari kikir adalah hati yang dekat dengan tauhid yang murni.

Semoga Allah membersihkan hati kita dari sifat pelit, melapangkan rezeki, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dermawan. Amin.

Kalau ada yang ingin dibahas lebih lanjut tentang bagaimana mengatasi sifat ini dalam kehidupan sehari-hari, silakan ceritakan dengan tenang ya, insya Allah kita bahas bersama berdasarkan petunjuk-Nya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Postingan populer dari blog ini

Gamau Kerja

**Kalo Paham: Memahami Islam Secara Hakiki**

Contoh Cerita Tauhid Anak

Analisis Kitab Tahdzib Al-Tahdzib

Cara atasi pikiran melayang

**Malak (Malaikat) dalam Islam: Kebenaran, Tugas, dan Hikmah yang Menginspirasi**