Nerima Aja Engga
Assalamu'alaikum, saudaraku yang dirahmati Allah.
Kalau kamu lagi bertanya soal **"Nerima aja engga"**, ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari di Indonesia, terutama di Jakarta atau kalangan anak muda. Artinya kira-kira: "Menerima saja atau tidak?" Atau, "Terima apa adanya, atau enggak mau?"
Dari sisi Tauhid yang diajarkan Al-Qur'an dan Sunnah, sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk **menerima** segala ketentuan Allah dengan hati yang ikhlas, karena segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah bagian dari qadha dan qadar-Nya. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. Ath-Thalaq: 3)
Menerima dengan ikhlas bukan berarti pasrah tanpa usaha, tapi kita tetap berusaha sebaik mungkin, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah. Kalau sesuatu yang baik datang, kita syukuri. Kalau ujian atau hal yang tidak sesuai harapan, kita sabar dan yakin bahwa itu yang terbaik bagi kita, meski akal kita belum paham sepenuhnya.
Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk tidak terlalu gelisah menghadapi dunia. Beliau bersabda: "Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Segala urusannya adalah baik baginya. Hal itu tidaklah didapatkan kecuali pada orang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, maka ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa musibah, maka ia bersabar, dan itu pun baik baginya." (HR. Muslim)
Jadi, "nerima aja" dalam Islam itu indah kalau dilakukan karena iman kepada Allah, bukan karena lemah atau tidak peduli. Tapi kalau "nerima" yang dimaksud adalah menerima hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama (seperti dosa atau yang haram), maka kita **tidak boleh** nerima begitu saja. Kita harus menolak dengan lembut tapi tegas, sambil tetap berdoa agar hati kita dijaga.
Apa yang sedang kamu hadapi, saudaraku? Apakah ada situasi tertentu yang membuat kamu bingung harus nerima atau tidak? Ceritakan saja kalau mau, insyaAllah kita bahas bersama dengan cara yang mudah dimengerti, berdasarkan petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah.
Semoga Allah berikan hati yang tenang dan selalu ridha dengan ketentuan-Nya. Amin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲