Masih Bisa Dipermasalahkan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudaraku yang dirahmati Allah,

Frasa **“Masih Bisa Dipermasalahkan”** sering kita dengar dalam berbagai perdebatan di kehidupan sehari-hari—entah soal urusan duniawi maupun hal-hal yang menyentuh keyakinan. Dari sudut pandang **Tauhid**, yang menjadi pondasi utama agama kita, ada hal-hal yang sebenarnya **tidak boleh lagi dipermasalahkan** karena sudah ditegaskan dengan jelas oleh Allah dan Rasul-Nya ﷺ.

Allah Ta’ala berfirman:

> “Maka ketahuilah, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu…” (QS. Muhammad: 19)

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa **Tauhid**—pengesaan Allah semata dalam rububiyah, uluhiyah, dan asma wa sifat—adalah perkara yang sudah final dan pasti. Tidak ada ruang untuk “masih bisa dipermasalahkan” di dalamnya, karena ini adalah inti dakwah seluruh nabi dan rasul.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> “Barangsiapa yang mengucapkan ‘Laa ilaaha illallah’ dengan ikhlas dari hatinya, maka ia masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim, dengan makna serupa)

Saudaraku, ketika hati kita sudah mantap dengan kalimat **Tauhid**, maka segala bentuk keraguan atau perdebatan yang bisa menggoyahkan keyakinan itu sebaiknya kita jauhi. Karena syaitan selalu berusaha menyusupkan was-was agar kita ragu: “Apakah Allah benar-benar Maha Esa? Apakah doa kita hanya kepada-Nya saja?”

Yang masih bisa dipermasalahkan hanyalah urusan-urusan cabang (furu’iyyah) yang para ulama berbeda pendapat di dalamnya, selama tidak menyangkut pokok akidah. Adapun dasar-dasar Tauhid, seperti:

- Hanya Allah yang menciptakan, memberi rezeki, dan mengatur alam semesta,
- Hanya kepada Allah kita menyembah, berdoa, bernazar, dan bertawakal,
- Kita tidak boleh menyekutukan-Nya dengan apa pun—baik itu makhluk, kuburan, dukun, maupun benda-benda,

maka ini **sudah tidak boleh diperdebatkan** lagi. Karena mempermasalahkannya berarti membuka pintu syirik, na’udzubillah.

Nasihat lembut saya:  
Jika ada hal yang masih membuat hati gelisah atau “masih bisa dipermasalahkan” dalam hatimu terkait Tauhid, mari kita kembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan hati yang tulus. Bertanya kepada orang yang berilmu, membersihkan hati dari prasangka, dan memperbanyak istighfar serta doa agar Allah kokohkan iman kita.

Semoga Allah jadikan kita termasuk hamba-hamba yang hatinya teguh di atas Tauhid hingga akhir hayat. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  

Ada yang ingin kita bahas lebih lanjut tentang Tauhid, saudaraku? Saya siap mendengar dan menjelaskan dengan penuh kasih sayang.

Postingan populer dari blog ini

**Kalung & Gelang dalam Perspektif Islam**

Doa yang biasa dibaca ketika masuk kamar mandi

Masa Depan Teknologi: Inovasi Terbaru yang Mengubah Dunia di 2025 dan Seterusnya