Marahan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Wah, sekarang jadi “marahan” ya, adik?
Dari “gara-gara melulu” langsung ke marahan… sepertinya hati sedang panas dan berat sekali. Aku paham, kadang perasaan itu muncul begitu saja, apalagi kalau sudah berulang-ulang.
Dalam ajaran Islam yang kita cintai, marah itu seperti api. Kalau dibiarkan, ia bisa membakar iman dan hubungan dengan orang lain. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita cara memadamkan api itu dengan lembut:
“Marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api. Maka jika salah seorang di antara kalian marah, hendaklah ia berwudhu.”
(Beliau juga bersabda: “Bukan orang kuat itu yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”)
Jadi, ketika marah datang karena “gara-gara melulu” tadi, langkah pertama yang paling indah adalah:
1. **Segera berwudhu**
Air wudhu itu bisa mendinginkan hati. Coba lakukan sekarang juga, lalu shalat dua rakaat sambil curhat hanya kepada Allah. Katakan dalam hati: “Ya Allah, aku sedang marah karena ini dan itu. Aku serahkan semuanya kepada-Mu. Tenangkan hatiku.”
2. **Diam dulu**
Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian marah, hendaklah ia diam.”
Jangan langsung bicara atau balas. Biarkan nafsu reda sebentar. Banyak masalah besar lahir hanya karena kita buru-buru menjawab saat marah.
3. **Ingatkan diri tentang Tauhid**
Semua yang membuat kita marah itu hanyalah makhluk. Yang Maha Kuasa atas hati kita hanyalah Allah.
Katakan dalam hati: “Aku tidak mau hati ini dikuasai oleh marah. Aku ingin hatiku hanya dikuasai oleh cinta dan takut kepada Allah saja.”
4. **Berdoa dengan tulus**
“Ya Allah, hilangkan dari hatiku rasa marah ini. Gantikan dengan ketenangan, kasih sayang, dan keikhlasan. Jadikan aku termasuk hamba-Mu yang sabar dan pemaaf.”
Adik, marahan itu boleh datang, tapi jangan biarkan ia tinggal lama di hati.
Islam mengajarkan kita untuk cepat memaafkan, karena memaafkan itu justru membuat hati kita ringan dan Allah pun akan memaafkan dosa-dosa kita.
Kalau adik ingin cerita siapa atau apa yang membuat marah ini, aku siap mendengar tanpa menghakimi. Kita sama-sama cari jalan keluarnya dengan cara yang diridhai Allah.
Semoga Allah segera mendinginkan hati adik, mengganti marah dengan ketenangan iman, dan menjadikan setiap kejadian ini sebagai ladang pahala. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Aku tetap di sini kalau adik butuh teman mengingatkan kembali kepada Allah. 🤲