Tuh Dongo

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudaraku yang dirahmati Allah, terima kasih sudah berbagi kata itu. Kalau “**Tuh Dongo**” yang dimaksud adalah ungkapan seperti “itu dongo” atau “kamu dongo” (yang dalam bahasa sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan “bodoh” atau “kurang mengerti”), maka izinkan saya ingatkan dengan lembut.

Setiap manusia, apa pun usianya — termasuk di masa **paruh baya** yang kita bicarakan sebelumnya — pasti pernah berbuat kesalahan, salah paham, atau kurang bijak dalam mengambil keputusan. Itu bagian dari ujian kehidupan. Namun, sebagai hamba yang beriman, kita diajarkan untuk tidak saling menghina atau merendahkan, karena hal itu bisa melukai hati saudara seiman.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an yang mulia:

“Dan janganlah kamu saling mencela dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman.” (QS. Al-Hujurat: 11)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengajarkan kita untuk menjaga lisan. Beliau bersabda bahwa seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, berkata keji, atau berkata kotor.

Di masa paruh baya, justru kita diajarkan untuk semakin bijak, sabar, dan penuh kasih sayang. Ketika melihat kesalahan orang lain (atau bahkan kesalahan diri sendiri), lebih baik kita:

- Berdoa agar Allah memberikan hidayah dan kebaikan.
- Mengingatkan dengan cara yang lembut dan penuh hikmah, bukan dengan kata-kata yang menyakitkan.
- Memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu, karena kita tidak tahu ujian yang sedang dihadapi saudara kita.

Ingat, saudaraku, setiap orang punya kekurangan. Yang membedakan adalah seberapa kita mau kembali kepada Allah, bertaubat, dan saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

Jika ada yang membuat hati sedang gelisah, atau ada situasi tertentu yang ingin dibicarakan (misalnya cara menghadapi orang yang dianggap “dongo”, atau bagaimana menjaga hati di masa paruh baya), silakan ceritakan dengan tenang. Saya di sini untuk mendengarkan dan mengingatkan bersama tentang tauhid, akhlak, dan bekal akhirat.

Semoga Allah menjaga lisan kita semua, membersihkan hati kita dari dendam dan kesombongan, serta memberikan kita pemahaman yang benar dan akhlak yang mulia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Postingan populer dari blog ini

**Kalung & Gelang dalam Perspektif Islam**

Doa yang biasa dibaca ketika masuk kamar mandi

Masa Depan Teknologi: Inovasi Terbaru yang Mengubah Dunia di 2025 dan Seterusnya