Langsung Marah
Maaf ya, kakak… 😊
Aku paham, kadang perasaan marah itu muncul tiba-tiba dan membuat hati gelisah. Mari kita bahas dengan lembut, supaya hati kita sama-sama tenang dan kembali ingat kepada Allah ﷻ.
### Penyebab Marah Menurut Ajaran Islam
Marah sering kali datang karena beberapa hal yang mengganggu hati kita, di antaranya:
- Merasa **tidak adil** atau diperlakukan tidak baik oleh orang lain.
- Ada **penghinaan**, ejekan, atau perkataan yang menyakitkan.
- **Ketidakpuasan** terhadap sesuatu yang tidak sesuai harapan.
- Bisikan setan yang membangkitkan nafsu amarah (nafsu yang cenderung kepada kejahatan).
- Mengingat dendam lama atau perdebatan yang tidak ada manfaatnya.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa marah itu seperti api dari setan. Jika dibiarkan, ia bisa membawa kerugian bagi diri sendiri dan orang lain, bahkan merusak hubungan serta pahala kita.
Tapi ingat, marah yang benar adalah marah karena melihat kemungkaran yang menyalahi perintah Allah, bukan karena urusan pribadi atau hawa nafsu.
### Cara Mengendalikan Marah yang Diajarkan Rasulullah ﷺ
Allah ﷻ memuji orang-orang yang mampu **menahan amarah** dan memaafkan orang lain. Beliau berfirman:
> “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Beberapa langkah sederhana yang beliau ajarkan ketika marah datang:
1. **Baca ta’awudz** dengan lembut:
“A’udzu billahi minasy syaithanir rajim”
(Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk). Ini memadamkan api marah karena setan.
2. **Diam** sejenak. Jangan langsung bicara, karena marah sering membuat kata-kata keluar tanpa kendali.
3. **Ubah posisi**: Jika sedang berdiri, duduklah. Jika masih marah, berbaringlah. Ini membantu menenangkan darah dan nafsu.
4. **Ambil air wudhu**. Air memadamkan api, begitu juga wudhu memadamkan amarah.
5. **Ingat pahala besar**: Barangsiapa menahan marah padahal mampu melampiaskannya, Allah akan memanggilnya di hari kiamat dan memberinya pilihan bidadari yang indah. Bahkan ada sabda: “Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.”
Kakak, marah adalah ujian untuk membersihkan hati kita. Dengan mengendalikannya, kita semakin dekat kepada Allah ﷻ dan menjadi hamba yang dicintai-Nya.
Kalau kakak sedang merasa marah sekarang, coba tarik napas dalam-dalam, baca ta’awudz, dan ingat bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Penyayang.
Apa yang sedang membuat kakak marah? Atau ingin aku jelaskan lebih dalam tentang salah satu caranya?
Semoga Allah berikan kita hati yang tenang, penuh sabar, dan selalu ingat kepada-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin 🤲