Lengkuas Menurut Islam
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga hati dan jiwa kita dalam ketenangan dan keimanan yang kokoh. Amin.
Kata “lengkuas” yang saudara sebutkan memang mengingatkan kita pada salah satu ciptaan Allah yang begitu indah dan penuh hikmah. Lengkuas tumbuh dari tanah yang Allah ciptakan, diberi aroma khas, rasa yang hangat, dan manfaat yang begitu banyak untuk tubuh yang juga merupakan amanah dari-Nya.
Di balik keberadaan lengkuas ini, ada pengingat lembut bagi kita untuk selalu mengarahkan hati kepada Sang Pencipta. Setiap helai daun, setiap akar yang tersembunyi di dalam tanah, semuanya tumbuh dengan izin Allah. Tidak ada satu pun yang tercipta dengan sia-sia. Sebagaimana firman-Nya:
**“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia…”** (QS. Shad: 27)
Lengkuas yang kita gunakan untuk masakan, untuk kesehatan, atau sekadar mengharumkan ruangan, sebenarnya mengajak kita merenung: betapa Maha Pemberi Rezeki Allah, yang menumbuhkan berbagai jenis tumbuhan untuk kebutuhan hamba-Nya. Bahkan dalam kesederhanaan sebuah rimpang kecil ini, tersimpan tanda-tanda kebesaran-Nya.
Ketika kita memegang lengkuas, mencium aromanya, atau merasakan hangatnya pada tubuh, semoga hati kita tergerak untuk mengucap syukur. Karena segala nikmat—sekecil apa pun—hanyalah pemberian dari Allah semata. Dialah yang memberikan kita indera untuk mencium, lidah untuk merasakan, dan akal untuk memahami bahwa semua itu adalah bukti nyata keesaan-Nya.
**“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”** (QS. Ar-Rahman: berulang kali)
Semoga setiap kali kita berjumpa dengan ciptaan Allah—termasuk lengkuas yang sederhana ini—hati kita semakin mantap mengesakan-Nya, membersihkan tauhid dari segala noda syirik, dan senantiasa berserah diri hanya kepada Allah Ta’ala.
Baarakallahu fiikum, semoga Allah menjaga kita semua dalam keimanan dan ketakwaan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.