**Kedip Mata dalam Perspektif Islam**
**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**
**Kedip Mata dalam Perspektif Islam**
---
### 1. Kedip Mata: Fenomena Alami yang Diciptakan Allah
Mata manusia berkedip secara otomatis setiap beberapa detik. Kedipan berfungsi untuk:
* **Menyebarkan air mata** yang mengandung oksigen ke seluruh permukaan kornea, sehingga mata tetap lembab dan bersih.
* **Melindungi** mata dari partikel debu, cahaya yang terlalu terang, atau benda asing yang dapat mengganggu penglihatan.
Semua itu adalah tanda kebijaksanaan Allah dalam menciptakan makhluk‑Nya. Allah berfirman:
> “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi serta perbedaan bahasa dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”
> *(QS. Ar‑Rūm: 22)*
Kedipan mata termasuk “tanda‑tanda” yang menunjukkan betapa teratur dan terawatnya ciptaan Allah.
---
### 2. Tidak Ada Dalil yang Menetapkan Makna Takhayul pada Kedipan
Berbagai kepercayaan masyarakat mengaitkan kedipan mata (kedutan) dengan pertanda baik atau buruk. Namun, dalam **Al‑Qur’an** dan **Hadis** tidak ada ayat atau riwayat yang menyebutkan arti khusus kedipan mata. Sebaliknya, Islam mengajarkan agar **tidak berpegang pada takhayul** dan selalu kembali kepada Allah untuk menafsirkan segala sesuatu.
> “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan hal-hal yang dapat menambah keraguan kepada imanmu, kecuali yang memang bermanfaat.”
> *(QS. Al‑Mujādalah: 22)*
> “Barangsiapa menuduh orang lain berbuat sihir, maka hendaklah ia menempuh tiga hari tanpa makan dan minum, kemudian ia harus menebus dosanya dengan memberi makan 60 orang miskin.”
> *(HR. Bukhari)*
Hadis di atas menegaskan bahwa menuduh sesuatu yang tidak memiliki dasar (seperti pertanda kedipan) tidaklah sesuai dengan ajaran Islam.
---
### 3. Apa yang Harus Dilakukan Ketika Mata Berkedip?
1. **Tidak Khawatir atau Menyimpulkan Makna Takhayul**
Kedipan hanyalah proses fisiologis. Jika muncul secara berulang, jangan langsung mengaitkannya dengan “pertanda” apa pun.
2. **Perhatikan Kesehatan Mata**
- **Istirahat yang cukup**: Kurang tidur dapat menyebabkan kedipan lebih sering.
- **Kurangi stres**: Stres meningkatkan ketegangan otot, termasuk otot kelopak mata.
- **Batasi kafein dan rokok**: Kedua zat tersebut dapat memicu kejang otot kecil pada kelopak mata.
- **Jaga kebersihan mata**: Hindari menggosok mata dengan tangan kotor; gunakan tetes mata bila diperlukan.
3. **Berdoa dan Memohon Perlindungan Allah**
Jika merasa cemas, berdoalah memohon ketenangan dan perlindungan:
> “Ya Allah, berikanlah kepadaku ketenangan hati, jauhkanlah aku dari takhayul, dan kuatkanlah imanku.”
---
### 4. Mengaitkan Kedip dengan Keimanan
Islam mengajarkan bahwa **semua yang terjadi adalah atas izin Allah**. Oleh karena itu, ketika mengalami kedipan atau gejala fisik apa pun, yang terbaik adalah:
* **Menerima sebagai bagian dari ciptaan Allah**.
* **Menjaga diri dengan ilmu kesehatan** (seperti yang dianjurkan Nabi ﷺ dalam hadis tentang menjaga tubuh).
* **Meningkatkan ibadah**: Shalat, dzikir, dan membaca Al‑Qur’an menenangkan hati sehingga kita tidak mudah terpengaruh oleh kepercayaan tak berdasar.
---
### 5. Ringkasan
| Aspek | Penjelasan |
|------|------------|
| **Fungsi kedipan** | Menjaga kelembaban dan kebersihan mata, melindungi dari benda asing. |
| **Dalil Islam** | Tidak ada ayat atau hadis yang memberi arti khusus pada kedipan; Islam melarang takhayul. |
| **Sikap yang tepat** | Tidak mengaitkan kedipan dengan pertanda, melainkan menjaga kesehatan dan berdoa. |
| **Doa** | “Ya Allah, jauhkanlah aku dari takhayul, berikanlah ketenangan hati.” |
---
### Penutup
Kedipan mata hanyalah salah satu kebesaran ciptaan Allah yang menunjukkan betapa teratur dan terawatnya tubuh manusia. Dengan memahami fungsi ilmiahnya dan menyingkirkan kepercayaan takhayul, kita dapat lebih fokus pada **ibadah, kesehatan, dan ketenangan hati**. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari segala bentuk kebodohan dan menuntun kita pada ilmu yang bermanfaat.
**Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**.
Komentar
Posting Komentar