Ngarang dalam Perspektif Islam
**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,**
### Ngarang dalam Perspektif Islam
**Ngarang** atau membuat cerita palsu, menambah‑tambah keterangan yang tidak benar, merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam. Allah Subhanahu wa Ta‘ala menegaskan pentingnya kejujuran dan melarang segala bentuk kebohongan, baik yang kecil maupun yang besar. Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan Al‑Qur’an dan Sunnah.
---
#### 1. **Larangan Ngarang dalam Al‑Qur’an**
- **Surah Al‑Hujurat 49:6**
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya…”
Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Ngarang jelas melanggar prinsip ini.
- **Surah An‑Nur 24:7**
“Dan janganlah kamu menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang beriman, dan tidak bersalah, dengan perkataan yang tidak berdasar…”
Menuduh atau menyebarkan fitnah tanpa bukti termasuk dalam ngarang, yang dapat merusak kehormatan orang lain.
- **Surah Al‑Maidah 5:101**
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan hal‑hal yang bila dijawab akan menyusahkanmu…”
Allah mengingatkan agar kita tidak menimbulkan fitnah atau kebingungan dengan perkataan yang tidak benar.
---
#### 2. **Hadis Nabi Muhammad SAW tentang Kejujuran**
- **Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim**:
*“Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga; sedangkan kebohongan membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa kepada neraka.”*
Nabi menegaskan bahwa kebohongan (termasuk ngarang) menjerumuskan pada keburukan yang besar.
- **Hadis Riwayat Abu Hurairah**:
*“Tiga orang yang tidak akan beriman selama-lamanya: orang yang bersumpah dengan nama Allah padahal tidak yakin, orang yang menipu dalam jual‑beli, dan orang yang menuduh wanita berzina tanpa bukti.”*
Ngarang termasuk menuduh tanpa bukti, sehingga termasuk dalam kategori yang dilarang.
---
#### 3. **Akibat Ngarang bagi Individu dan Masyarakat**
| Dampak | Penjelasan |
|--------|------------|
| **Hilangnya kepercayaan** | Orang yang terbiasa ngarang akan sulit dipercaya, baik dalam keluarga, pertemanan, maupun pekerjaan. |
| **Kerusakan hubungan** | Fitnah dan cerita palsu dapat memecah belah persaudaraan, menimbulkan perselisihan, bahkan permusuhan. |
| **Akibat di akhirat** | Allah akan menimbang perbuatan kita di hari kiamat; kebohongan akan menjadi beban yang menambah dosa. |
| **Pengaruh negatif pada generasi** | Anak‑anak yang melihat orang dewasa ngarang akan meniru perilaku tersebut, mengikis nilai moral dalam masyarakat. |
---
#### 4. **Cara Menghindari Ngarang**
1. **Verifikasi terlebih dahulu** – Pastikan informasi yang akan disampaikan telah melalui pengecekan kebenaran.
2. **Berpegang pada niat yang baik** – Jika niatnya untuk menolong, pastikan cara penyampaiannya tidak melanggar kejujuran.
3. **Berlatih berkata “Tidak tahu”** – Lebih baik mengakui ketidaktahuan daripada mengarang‑ngarang.
4. **Meningkatkan ilmu** – Dengan menambah pengetahuan, kita akan lebih yakin dalam menyampaikan fakta yang benar.
5. **Berdoa memohon petunjuk** – Memohon kepada Allah agar hati selalu bersih dari niat menipu.
---
#### 5. **Kesimpulan**
Ngarang adalah perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam yang menekankan kejujuran, keadilan, dan persaudaraan. Allah SWT dan Rasul‑Nya telah memberikan peringatan tegas tentang bahaya kebohongan serta menjanjikan balasan yang mulia bagi orang yang senantiasa jujur. Marilah kita senantiasa:
- **Mengecek kebenaran** sebelum menyampaikan sesuatu.
- **Menjaga lidah** dari perkataan yang dapat menimbulkan fitnah.
- **Berusaha menjadi pribadi yang dapat dipercaya** di mata Allah dan sesama manusia.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah-Nya, menjauhkan kita dari segala bentuk kebohongan, dan menjadikan hati kita selalu bersih serta dipenuhi kejujuran.
**Wa alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.**
Komentar
Posting Komentar