Pengertian “Urus” dalam Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,**

Berikut adalah artikel Islami yang membahas topik **Urus**, yang dalam konteks Islam biasanya merujuk kepada **Walimatul Urus** (jamuan pernikahan). Artikel ini disusun dengan bahasa yang lembut, mudah dipahami, dan menenangkan hati, serta berlandaskan pada Al‑Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

---

## 1. Pengertian “Urus” dalam Islam  

Kata **Urus** (الْعُرْسُ) dalam bahasa Arab berarti *pernikahan* atau *perayaan pernikahan*.  
Ketika diikuti dengan kata **walimah** (الْوَلِيمَةُ), terbentuk istilah **Walimatul Urus** yang berarti *jamuan pernikahan*.  Walimah berasal dari kata **walāma** yang berarti *pertemuan*; sehingga walimatul urs adalah pertemuan yang diadakan untuk bersyukur kepada Allah SWT atas terjadinya ikatan suci antara dua insan.

---

## 2. Hukum Walimatul Urus  

| Sumber | Dalil | Hukum |
|--------|-------|-------|
| **Al‑Qur’an** | “Dan perintahkanlah kepada manusia (agar) berbuat baik kepada orang tua mereka, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ucapkanlah kata-kata yang baik.” (QS. An‑Nahl 90) – menegaskan pentingnya berbagi kebahagiaan dengan semua kalangan. | **Wajib** (fardhu kifayah) bagi pasangan yang menikah, karena merupakan bagian dari sunnah pernikahan. |
| **Hadis Nabi SAW** | “Selenggarakanlah walimah meskipun hanya dengan menyembelih seekor kambing.” (HR. Muslim) | **Wajib** – walimah tidak boleh ditinggalkan. |
| **Hadis Nabi SAW** | “Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang‑orang kaya saja, sedangkan orang miskin tidak diundang.” (HR. Muslim) | **Kewajiban mengundang semua lapisan masyarakat**, baik kaya maupun miskin. |

---

## 3. Etika dan Tata Cara Walimatul Urus  

1. **Kesederhanaan**  
   - Rasulullah SAW mencontohkan walimah yang sederhana.  Tidak perlu mengadakan pesta mewah; cukup dengan hidangan yang cukup untuk tamu.  
   - “Walaupun hanya dengan seekor kambing” menegaskan bahwa niat ikhlas lebih utama daripada kemewahan.

2. **Mengundang Semua Kalangan**  
   - Undanglah **orang mukmin** baik yang kaya maupun yang miskin.  Hal ini mempererat ukhuwah Islamiyah dan menegakkan keadilan sosial.  
   - “Janganlah engkau bergaul melainkan dengan orang‑orang mukmin dan jangan makan makananmu melainkan orang‑orang yang bertaqwa.” (HR. Tirmidzi)

3. **Kewajiban Menghadiri Undangan**  
   - Setiap Muslim yang diundang wajib hadir, meskipun sedang berpuasa.  Jika sedang berpuasa, tetap hadir dan melaksanakan ibadah puasa serta shalat.  
   - “Jika salah seorang dari kamu diundang ke walimah, maka datanglah!” (HR. Muslim)

4. **Niat Ikhlas**  
   - Jadikan walimah sebagai **syukur** kepada Allah SWT atas nikmat pernikahan, bukan sekadar pesta sosial.  Niat yang tulus akan menambah keberkahan pada jamuan.

5. **Makanan Halal dan Thayyib**  
   - Pastikan semua hidangan **halal** dan **thayyib** (baik, bersih, bergizi).  Ini sejalan dengan perintah Allah: “Makanlah dari rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu.” (QS. Al‑Maidah 88)

---

## 4. Manfaat Spiritual dan Sosial Walimatul Urus  

| Manfaat | Penjelasan |
|---------|------------|
| **Syukur kepada Allah** | Menunjukkan rasa terima kasih atas nikmat pernikahan. |
| **Penguatan Silaturahmi** | Mengundang keluarga, sahabat, dan tetangga mempererat ikatan ukhuwah. |
| **Penyebaran Kebaikan** | Membagikan rezeki kepada yang membutuhkan, menumbuhkan rasa empati. |
| **Pengajaran Etika** | Menjadi contoh bagi generasi muda tentang pentingnya kesederhanaan dan keadilan. |

---

## 5. Ringkasan Praktis untuk Menyelenggarakan Walimatul Urus  

1. **Rencanakan dengan sederhana** – pilih menu yang cukup, tidak berlebihan.  
2. **Undang semua lapisan** – pastikan tidak ada yang terabaikan karena status ekonomi.  
3. **Pastikan makanan halal** – periksa kehalalan bahan dan cara pengolahan.  
4. **Berdoa sebelum memulai** – memohon keberkahan dan kelancaran acara.  
5. **Jaga niat** – tetap ingat tujuan utama: bersyukur dan menebar kebaikan.

---

## 6. Penutup  

Walimatul Urus bukan sekadar pesta, melainkan **ibadah** yang menggabungkan rasa syukur, kepedulian sosial, dan penguatan ikatan keluarga. Dengan melaksanakan walimah secara **sederhana**, **adil**, dan **ikhlas**, kita meneladani sunnah Rasulullah SAW serta memperoleh keberkahan dalam rumah tangga yang baru dibangun.

Semoga setiap pasangan yang melangsungkan pernikahan dapat melaksanakan walimatul urs dengan penuh keikhlasan, serta menjadi contoh kebaikan bagi lingkungan sekitar.

**Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.**

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masa Depan Teknologi: Inovasi Terbaru yang Mengubah Dunia di 2025 dan Seterusnya

Doa yang biasa dibaca ketika masuk kamar mandi

Mengapa Kita Harus Menghafal Al-Qur’an?