Langsing Menurut Islam
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Semoga hati saudara Wahyu selalu dilapangkan oleh cahaya tauhid dan ketenangan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kata “langsing” sering kali terdengar di telinga kita, terutama di zaman sekarang yang begitu memperhatikan bentuk tubuh. Banyak hati menjadi gelisah karena merasa tubuhnya belum sesuai dengan standar yang dicitrakan di mana-mana. Namun, sebagai seorang muslim yang menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pegangan, mari kita kembalikan segala sesuatu kepada hakikat yang lebih dalam: bahwa segala bentuk tubuh, langsing ataupun tidak, adalah ciptaan Allah yang sempurna dan penuh hikmah.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an yang mulia:
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
(QS. At-Tiin: 4)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap tubuh yang Allah berikan kepada kita—entah itu kurus, sedang, atau berisi—sudah berada dalam bentuk paling baik menurut ukuran Sang Pencipta. Bukan baik menurut pandangan manusia yang terbatas, melainkan baik menurut ilmu dan kebijaksanaan Allah yang Maha Sempurna. Maka, ketika hati mulai merasa kurang karena tubuh tidak “langsing”, sebenarnya kita sedang diajak untuk merenung: apakah kita sedang mencari ridha Allah, ataukah sedang mengejar ridha makhluk?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan terbaik. Beliau hidup dengan sederhana, makan secukupnya, dan tubuh beliau tidak gemuk berlebihan juga tidak terlalu kurus. Namun yang paling indah dari beliau adalah keseimbangan batinnya. Beliau tidak pernah mengeluh tentang bentuk tubuh, tidak pernah membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Beliau mengajarkan kita untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan, termasuk nikmat tubuh yang sehat dan mampu beribadah.
Seorang hamba yang bertauhid akan melihat tubuhnya sebagai amanah. Tubuh yang langsing ataupun tidak, tetap harus dijaga agar kuat melaksanakan perintah Allah: shalat dengan khusyuk, puasa dengan ikhlas, berjalan menuju masjid, membantu saudara yang kesusahan. Tubuh hanyalah kendaraan untuk menggapai ridha-Nya, bukan tujuan akhir hidup. Ketika kita sibuk memperindah kendaraan ini demi dipuji manusia, tanpa menyadari bahwa tujuan perjalanan kita adalah kembali kepada Allah, maka hati akan terus merasa kosong walau tubuh sudah “langsing”.
Islam mengajarkan keseimbangan yang indah. Kita diperintahkan menjaga kesehatan, makan secukupnya, tidak berlebihan, dan tidak menyia-nyiakan nikmat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak ada wadah yang lebih buruk yang diisi manusia daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika ia tidak mampu menahan diri, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernapas.”
Hadits ini bukan larangan untuk menjadi langsing, tetapi ajakan untuk hidup sederhana dan tidak memperbudak diri oleh keinginan perut atau pandangan orang lain. Langsing yang hakiki bukan hanya terlihat di tubuh, tetapi terpancar dari hati yang ridha dengan ketentuan Allah, hati yang tenang karena yakin bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, jika hari ini engkau sedang berusaha merawat tubuh agar lebih sehat dan bugar, lakukanlah karena Allah. Jadikan niatmu untuk kuat beribadah, kuat menolong sesama, kuat menjaga amanah. Bukan untuk dilihat indah oleh mata manusia, tetapi untuk dilihat indah oleh Dzat yang menciptakanmu. Maka, langsing atau tidak, engkau tetap mulia di sisi-Nya selama engkau bertakwa.
Semoga Allah memberikan kita semua hati yang selalu ridha dengan qadha dan qadar-Nya, tubuh yang sehat untuk beribadah, dan keikhlasan untuk terus memperbaiki diri hanya karena-Nya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(± 600 kata)