Sombong dalam Pandangan Islam
**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**
### Sombong dalam Pandangan Islam
Sifat **sombong** (takabur) merupakan salah satu akhlak yang sangat dikecam dalam Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
> *“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong, karena sesungguhnya kamu tidak dapat menembus bumi dan tidak dapat mencapai langit.”*
> **(QS. Al‑Isra’: 37)**
Ayat ini mengingatkan bahwa manusia tidak berhak menganggap dirinya lebih tinggi daripada makhluk lain atau melampaui batas kemampuan yang Allah tetapkan.
Rasulullah SAW juga menegaskan bahaya kesombongan dalam beberapa hadis yang shahih, antara lain:
- **“Barangsiapa merasa besar pada dirinya atau sombong dalam berjalannya, pasti akan bertemu Allah dalam keadaan murka.”**
*(HR. Thabarani dalam Al‑Kabir, 3/569)*
- **“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”**
*(HR. Muslim, no. 2749)*
- **“Kemuliaan adalah pakaian-Ku, dan kesombongan adalah selendang-Ku; barangsiapa mengambilnya dari-Ku, Aku azab dia.”**
*(HR. Muslim)*
Dari sabda‑sabda tersebut dapat kita lihat bahwa kesombongan tidak hanya menutup hati dari kebenaran, tetapi juga menimbulkan kemurkaan Allah serta menjauhkan diri dari rahmat‑Nya.
---
### Dampak Buruk Sombong
1. **Menutup pintu taqwa** – Ketika hati dipenuhi kesombongan, ia tidak lagi tunduk pada peringatan Allah dan menolak nasihat yang baik.
2. **Menyebabkan keretakan hubungan sosial** – Orang sombong cenderung meremehkan sesama, sehingga menimbulkan permusuhan dan perpecahan dalam masyarakat.
3. **Mendatangkan azab** – Sejumlah hadis menyebutkan bahwa orang yang sombong akan mendapat azab di dunia (misalnya terbenam ke dalam bumi) dan di akhirat (tidak masuk surga).
---
### Menghindari dan Mengatasi Kesombongan
| Langkah | Penjelasan |
|---------|------------|
| **1. Tawadhu’ (rendah hati)** | Selalu ingat bahwa segala kemampuan, harta, dan ilmu hanyalah titipan Allah. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada yang lebih dicintai Allah daripada orang yang bersikap tawadhu’.” |
| **2. Membaca dan merenungi ayat‑ayat Qur’an** | Ayat‑ayat yang menegur kesombongan mengingatkan hati untuk tetap berada di jalan yang lurus. |
| **3. Menjaga hati dari perbandingan** | Hindari membanding‑bandingkan diri dengan orang lain, baik dalam status, penampilan, maupun pencapaian. Setiap manusia memiliki ujian yang berbeda. |
| **4. Memperbanyak istighfar** | Meminta ampun kepada Allah atas segala kekurangan membuka pintu perbaikan diri. |
| **5. Meneladani Nabi SAW** | Nabi selalu bersikap lemah lembut, menghormati orang lain, dan tidak pernah menilai diri lebih tinggi. Mengikuti sunnahnya adalah cara paling efektif menyingkirkan kesombongan. |
| **6. Berbakti kepada orang lain** | Membantu sesama dengan ikhlas menumbuhkan rasa empati dan meniadakan rasa superioritas. |
---
### Kesimpulan
Kesombongan adalah sifat yang menutup hati dari cahaya kebenaran, menimbulkan permusuhan, dan menjerumuskan pelakunya ke dalam azab Allah. Namun, dengan **tawadhu’**, **istighfar**, serta **meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW**, setiap hamba dapat membersihkan hati dari noda kesombongan dan menapaki jalan yang diridhoi Allah.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah-Nya, menjauhkan kita dari segala bentuk kesombongan, dan menjadikan hati kita selalu bersih, lemah lembut, serta penuh kasih sayang.
**Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.**
Komentar
Posting Komentar