**Relet (Pelet) dalam Perspektif Islam**

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**  

**Relet (Pelet) dalam Perspektif Islam**  

---

### 1. Apa itu “Relet” atau “Pelet”?

Kata *relet* tidak terdapat dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia yang baku, namun dalam percakapan sehari‑hari di kalangan masyarakat Indonesia sering dipakai sebagai sinonim **pelet** – ilmu yang dipergunakan untuk mempengaruhi hati, pikiran, atau perasaan seseorang, khususnya dalam urusan asmara. Pelet biasanya dikaitkan dengan praktik‑praktik gaib, mantra, atau ramuan yang diyakini dapat “menarik” atau “menyihir” orang lain.

---

### 2. Landasan Al‑Qur’an

Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menegaskan bahwa segala bentuk sihir, termasuk pelet, adalah ilmu yang diajarkan oleh setan:

> **“Dan mereka mengikuti apa yang dibacakan oleh setan‑setan pada masa pemerintahan Sulaiman. Dan Sulaiman tidak kafir, tetapi setan‑setan itulah yang kafir; mereka mengajarkan sihir kepada manusia.”**  
> *(QS. Al‑Baqarah [2]: 102)*  

Ayat ini menegaskan bahwa ilmu yang menimbulkan pengaruh gaib pada manusia bukanlah ilmu yang diizinkan Allah, melainkan berasal dari setan yang menyesatkan.

---

### 3. Dalil Hadis tentang Larangan Pelet

Rasulullah ﷺ juga melarang keras segala bentuk sihir dan ilmu yang menimbulkan pengaruh gaib pada orang lain:

> **“Barangsiapa yang datang kepadamu dengan sesuatu yang dapat menimbulkan kerusakan (sihir), maka jauhilah ia.”**  
> *(HR. Bukhari dan Muslim)*  

> **“Sesungguhnya sihir itu termasuk tiga puluh enam perkara, di antaranya memanggil jin, mengikat orang, dan mempengaruhi hati.”**  
> *(HR. Abu Dawud)*  

Dari hadis‑hadis tersebut jelas bahwa pelet termasuk dalam kategori sihir yang haram dan harus dijauhi.

---

### 4. Mengapa Pelet Dilarang?

1. **Menyekutukan Allah** – Mengandalkan ilmu gaib berarti menolak kekuasaan Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.  
2. **Merusak akhlak** – Pelet menimbulkan fitnah, perselisihan, dan kebencian di antara sesama manusia.  
3. **Menyebabkan dosa** – Baik pelaku maupun penerima pelet akan terjerumus dalam dosa karena terlibat dalam perbuatan yang dilarang Allah.

---

### 5. Bagaimana Menjaga Diri dari Pelet?

| Cara | Penjelasan |
|------|------------|
| **Memperbanyak dzikir** | Membaca *Subhanallah*, *Alhamdulillah*, *Allahu Akbar*, serta *Ayat‑Ayat Kursi* (QS. Al‑Baqara 255) menutup hati dari gangguan setan. |
| **Membaca Al‑Qur’an** | Membaca surat‑surat Al‑Qur’an, terutama *Al‑Falaq* dan *An‑Nas*, serta *Al‑Ikhlas* secara rutin sebagai perlindungan. |
| **Shalat tepat waktu** | Menjaga shalat lima waktu meneguhkan ikatan dengan Allah dan menolak segala bentuk sihir. |
| **Berdoa memohon perlindungan** | Doa: “Ya Allah, lindungilah hatiku dari segala tipu daya setan, dan jauhkanlah aku dari ilmu yang haram.” |
| **Menjauhi orang yang mengaku ahli pelet** | Hindari pergaulan dengan dukun, paranormal, atau siapa pun yang menawarkan “obat pelet”. |
| **Berbuat baik dan bersabar** | Kebaikan hati, sabar, dan tawakal kepada Allah menguatkan iman sehingga tidak mudah terpengaruh. |

---

### 6. Jika Merasa Terkena Pelet

1. **Taubat dan istighfar** – Memohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang mungkin membuka pintu fitnah.  
2. **Meningkatkan ibadah** – Menambah shalat malam (Tahajjud), membaca Qur’an, dan bersedekah.  
3. **Membaca doa perlindungan**:  

   > “Bismillahi alladhi la yadurru ma‘a ismihi shay’un fil‑ardi wa la fis‑samā’i wa Huwas‑Sami‘ul‑‘Alim.”  

   (Dengan nama Allah, tidak ada yang dapat mencelakakan dengan nama-Nya di bumi maupun di langit; Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.)

4. **Konsultasi dengan ulama** – Jika masih merasa terganggu, mintalah nasihat kepada ulama atau guru agama yang terpercaya, bukan kepada praktisi ilmu gaib.

---

### 7. Kesimpulan

Pelet atau “relet” merupakan praktik yang **haram** dalam Islam karena bersumber dari setan dan menyalahi prinsip tauhid. Allah telah memberi kita sarana‑sarana perlindungan yang kuat: **dzikir, shalat, Qur’an, doa, dan tawakal**. Dengan memperkuat iman serta menjauhi segala bentuk ilmu gaib, hati kita akan tetap bersih, tenang, dan berada dalam lindungan Allah yang Maha Penyayang.

Semoga artikel ini menambah pemahaman dan menenangkan hati saudara‑saudari sekalian.  

**Wallahu a’lam wa huwa al‑hakiim.**  

**Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.**

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masa Depan Teknologi: Inovasi Terbaru yang Mengubah Dunia di 2025 dan Seterusnya

Doa yang biasa dibaca ketika masuk kamar mandi

Mengapa Kita Harus Menghafal Al-Qur’an?