Parno (Kecemburuan) dalam Perspektif Islam
**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**
### Parno (Kecemburuan) dalam Perspektif Islam
Kecemburuan atau “parno” adalah perasaan tidak tenang yang muncul ketika seseorang merasa takut kehilangan atau tidak yakin akan kesetiaan orang lain, terutama dalam hubungan pribadi. Perasaan ini wajar manusia, namun bila dibiarkan berlebihan dapat merusak hati, menimbulkan perselisihan, bahkan menjauhkan kita dari ketenangan yang Allah SWT anugerahkan.
---
#### 1. Pengertian Parno
Parno dapat diartikan sebagai rasa cemas, curiga, atau iri yang berulang‑ulang terhadap apa yang dimiliki atau dilakukan orang lain. Dalam Islam, perasaan ini termasuk dalam kategori **hasad** (iri) dan **kufr** (ketidakpercayaan) bila tidak diatasi dengan hikmah.
---
#### 2. Dampak Negatif Parno
- **Merusak kepercayaan** dalam hubungan suami‑istri, keluarga, atau persahabatan.
- **Menyebabkan stress** dan menurunkan kualitas ibadah karena hati tidak fokus kepada Allah.
- **Menumbuhkan kebencian** yang dapat berujung pada perbuatan yang dilarang.
---
#### 3. Petunjuk Qur’an tentang Iri dan Kecemburuan
> “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang Allah karuniakan kepada mereka. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Bijaksana.”
> **(QS. An‑Nisa’ 4:32)**
Ayat ini mengingatkan bahwa segala nikmat adalah pemberian Allah. Menyadari hal ini membantu menenangkan hati dan mengurangi rasa cemburu terhadap orang lain.
> “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu saling menegakkan (kebaikan) dan saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menolong dalam kesabaran dan ketakwaan.”
> **(QS. Al‑Maidah 5:2)**
Dengan menegakkan kebaikan dan menasihati satu sama lain, kita belajar mengendalikan perasaan negatif dan memperkuat ikatan ukhuwah.
---
#### 4. Hadis Nabi SAW tentang Cemburu
- **HR. Abu Dawud**: “Janganlah kamu cemburu, karena cemburu dapat memicu kebencian.”
- **HR. Bukhari**: “Iman adalah percaya kepada Allah, malaikat‑Nya, kitab‑Nya, rasul‑Nya, dan hari akhir.”
Iman yang kuat menahan hati dari rasa cemburu, karena orang beriman menaruh harapannya pada Allah, bukan pada penilaian duniawi.
---
#### 5. Cara Mengatasi Parno Secara Islami
1. **Meningkatkan Taqwa**
- Rajin berdoa memohon perlindungan dari hati yang gelisah.
- Membaca **Surah Al‑Falaq** dan **Surah An‑Nas** untuk memohon perlindungan dari gangguan hati.
2. **Merenungkan Kebesaran Allah**
- Mengingat bahwa segala sesuatu berada dalam takdir Allah, termasuk hubungan dan perasaan.
- Membaca ayat‑ayat yang menegaskan bahwa Allah adalah **Al‑Mujib** (yang menjawab doa).
3. **Berlatih Sabar dan Syukur**
- Menyebutkan **“Al‑hamdulillah”** atas nikmat yang diberikan, sehingga rasa iri berkurang.
- Menghitung nikmat pribadi dan bersyukur atasnya, bukan membanding‑bandingkan dengan orang lain.
4. **Komunikasi yang Baik**
- Mengikuti sunnah Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (**HR. Bukhari**)
- Membuka hati dengan pasangan atau orang terdekat, menyampaikan perasaan tanpa tuduhan, serta mendengarkan dengan empati.
5. **Membaca dan Mengamalkan Hadis tentang Kepercayaan**
- “Sesungguhnya orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Thabrani).
- Dengan memberi manfaat, hati menjadi lebih lega dan tidak terfokus pada rasa cemburu.
---
#### 6. Doa Penutup
> “Ya Allah, tenangkanlah hatiku, jauhkanlah aku dari rasa cemburu dan iri hati, serta anugerahkanlah kepadaku keikhlasan dalam setiap hubungan. Ya Rabb, jadikanlah aku hamba yang selalu bersyukur dan bersabar.”
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan ketenangan, keikhlasan, dan keimanan yang kuat kepada kita semua.
**Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh**
Komentar
Posting Komentar