Gak Usah… Apakah Benar Hanya “Tidak Perlu” dalam Islam?
**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,**
### Gak Usah… Apakah Benar Hanya “Tidak Perlu” dalam Islam?
Kata **“gak usah”** sering kita dengar dalam percakapan sehari‑hari. Ia berarti *tidak perlu*, *tidak wajib*, atau *tidak harus dilakukan*.
Namun bila dipandang dari perspektif Islam, istilah ini tidak serta‑merta meniadakan keharusan berikhtiar, berusaha, dan bertawakal. Islam mengajarkan keseimbangan antara **ikhtiar (usaha)** dan **tawakkul (ketergantungan kepada Allah)**. Berikut ulasan singkat yang didasarkan pada Al‑Qur’an dan Sunnah.
---
#### 1. Usaha adalah Perintah Allah
> **“Dan orang-orang yang berusaha (ikhtiar) dengan sungguh‑sungguh, maka mereka itu akan mendapat balasan yang baik.”**
> — *QS. Al‑Mujādila 58:11*
> **“Berusahalah kamu untuk memperoleh (kebaikan) dunia dan akhirat.”**
> — *QS. Al‑Balad 90:15*
Ayat‑ayat di atas menegaskan bahwa **berusaha** merupakan bagian integral dari keimanan. Allah memerintahkan hamba‑Nya untuk menggerakkan tangan, menyiapkan diri, dan berikhtiar dalam segala urusan—baik dalam mencari rezeki, menuntut ilmu, maupun memperbaiki akhlak.
---
#### 2. Tawakkul Tidak Berarti “Tidak Usaha”
> **“Maka apabila kamu telah selesai (dari) ibadahmu, berdoalah kepada Allah dengan memohon pertolongan-Nya.”**
> — *QS. Al‑Mujādila 58:13*
> **“Dan bertawakkallah kepada Allah dengan sebenar‑benarnya tawakkal.”**
> — *QS. Al‑Imran 3:159*
Rasulullah SAW bersabda:
> **“Sesungguhnya Allah mencintai hamba‑Nya yang berikhtiar dan kemudian bertawakal.”**
> — *HR. Tirmidzi*
Tawakkul berarti **menyerahkan hasil akhir kepada Allah** setelah melakukan usaha yang maksimal. Ia bukan ajakan untuk berdiam diri, melainkan **menggabungkan kerja keras dengan keyakinan bahwa Allah-lah yang menentukannya**.
---
#### 3. Keseimbangan Antara Ikhtiar dan Tawakkul
Islam menempatkan **mizan (timbangan)** dalam setiap aspek kehidupan. Seperti yang disebutkan dalam:
> **“Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al‑Qur’an) dan neraca (mizan) agar manusia dapat berlaku adil.”**
> — *QS. Al‑Hadid 57:25*
Keseimbangan itu tercermin dalam contoh Nabi SAW:
* **Nabi Yusuf AS** menunggu keputusan Allah setelah mengirimkan surat kepada raja Mesir, namun ia tetap **menyusun rencana** dan **mengelola sumber daya** yang ada.
* **Nabi Muhammad SAW** berjuang keras dalam dakwah, namun senantiasa **memohon pertolongan Allah** dalam setiap langkahnya.
---
#### 4. “Gak Usah” yang Sehat dalam Islam
Jika “gak usah” diartikan **menahan diri dari hal‑hal yang tidak bermanfaat atau yang menyalahi syariat**, maka ia menjadi **perintah**. Contohnya:
* **Tidak usah menunda shalat** – karena shalat wajib dan menunda menyalahi perintah Allah.
* **Tidak usah berbuat dosa** – karena menjauhi larangan Allah adalah kewajiban.
Sebaliknya, bila “gak usah” dipakai untuk **mengabaikan usaha** (misalnya “gak usah belajar, cukup berdoa saja”), maka itu **tidak sesuai** dengan ajaran Islam yang menuntut ikhtiar.
---
#### 5. Praktik “Gak Usah” yang Sesuai Syariat
| Situasi | “Gak Usah” yang Diperbolehkan | Penjelasan |
|---------|------------------------------|------------|
| Menunda shalat | **Tidak** | Shalat wajib, tidak boleh ditunda. |
| Mengabaikan ilmu | **Tidak** | Menuntut ilmu wajib bagi Muslim (HR. Ibn Majah). |
| Menjauhi perbuatan haram | **Ya** | Menjauhi dosa adalah “gak usah” yang dianjurkan. |
| Menyerah pada masalah yang di luar kemampuan | **Ya, dengan ikhtiar** | Usaha maksimal, lalu tawakkul. |
---
#### 6. Kesimpulan
* **“Gak usah”** bukan berarti **tidak perlu berusaha**.
* Islam mengajarkan **ikhtiar** (usaha) yang diiringi **tawakkul** (ketergantungan kepada Allah).
* Menjauhi hal‑hal yang dilarang Allah memang **“gak usah”**—itu adalah perintah.
* Dalam setiap urusan, lakukan **ikhtiar sebaik‑baiknya**, lalu serahkan hasilnya kepada Allah dengan **tawakkul yang tulus**.
Semoga artikel singkat ini membantu menenangkan hati dan memberi pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana menyeimbangkan “gak usah” dalam kehidupan seorang Muslim.
**Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.**
Komentar
Posting Komentar