**Lukas dalam Perspektif Islam**

✅ Disalin!
**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**  

**Lukas dalam Perspektif Islam**  

---

### 1. Injil dalam Rangka Iman Islam  

Dalam rukun iman yang keenam, Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:

> *“Dan (ingatlah) ketika Kami memberi wahyu kepada Isa putra Maryam, (dengan mengatakan): “Berimanlah kamu kepada Kitab (Injil) yang telah Aku turunkan kepadamu…”*  
> **(Al‑Qur’an 5:46)**  

Injil yang dimaksud di atas adalah **wahyu asli** yang diturunkan kepada Nabi ‘Īsā ‘Alaihissalām, bukan kitab‑kitab yang ditulis oleh manusia pada masa sesudahnya. Al‑Qur’an menegaskan bahwa umat Islam wajib beriman kepada Injil sebagai bagian dari keimanan kepada semua kitab‑kitab Allah (QS 2:285).  

---

### 2. Siapa “Lukas”?  

Nama **Lukas** muncul dalam tradisi kitab‑kitab Injil sebagai salah satu penulis yang menyampaikan kisah Nabi ‘Īsā. Dari sudut pandang Islam, kita mengakui bahwa ada **penulis‑penulis manusia** yang mencatat sebagian apa yang mereka dengar tentang Nabi ‘Īsā, namun catatan‑catatan itu tidak dapat dianggap sebagai **Injil yang diturunkan**.  

Oleh karena itu, ketika kita menyebut “Lukas”, yang dimaksud adalah **seorang perawi** yang menuliskan sebagian riwayat tentang Nabi ‘Īsā, bukan sumber wahyu.  

---

### 3. Hikmah yang Dapat Diambil dari Injil Lukas  

Meskipun Injil Lukas bukanlah teks suci yang diturunkan, **nilai‑nilai moral** yang terkandung di dalamnya tidak terlepas dari kebenaran universal yang Allah ciptakan. Beberapa tema yang sejalan dengan ajaran Islam antara lain:

| Tema | Kesesuaian dengan Islam |
|------|------------------------|
| **Kasih dan Belas Kasihan** – “Kasihilah sesamamu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.” | Al‑Qur’an menegaskan: *“Dan berbuatlah kebajikan; sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”* (QS 2:195). |
| **Pengampunan** – “Berikanlah ampun kepada mereka yang bersalah.” | Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: *“Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi.”* (HR Bukhari). |
| **Keadilan** – “Jangan menilai orang sebelum mengetahui kebenarannya.” | *“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil…”* (QS 16:90). |
| **Kerendahan Hati** – “Siapa yang menurunkan diri, maka Allah mengangkatnya.” | *“Dan orang-orang yang merendahkan diri mereka di hadapan Allah…”* (QS 25:63). |

Dengan meneliti nilai‑nilai tersebut, seorang Muslim dapat **menyerap kebaikan** yang sejalan dengan syariat, sambil tetap menyadari bahwa **sumber utama petunjuk** tetaplah Al‑Qur’an dan Sunnah.

---

### 4. Mengapa Kita Tetap Menghormati Injil Lukas?  

1. **Penghormatan kepada Nabi ‘Īsā** – Al‑Qur’an memerintahkan:  
   > *“Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya serta yang tidak membeda-bedakan antara mereka, mereka itu akan memperoleh rahmat Allah.”*  
   > **(Al‑Qur’an 2:285)**  

2. **Menjaga ukhuwah** – Menghargai catatan‑catatan sejarah membantu memperkuat dialog antar‑umat beriman.  

3. **Mencari kebaikan universal** – Nilai‑nilai moral yang bersifat universal dapat menjadi jembatan untuk memperkuat akhlak mulia dalam diri kita.

---

### 5. Kesimpulan  

- **Injil** yang dimaksud dalam Islam adalah wahyu asli yang diturunkan kepada Nabi ‘Īsā, bukan kitab‑kitab yang ditulis oleh manusia seperti Injil Lukas.  
- **Lukas** adalah seorang perawi yang menuliskan sebagian kisah Nabi ‘Īsā; catatannya dapat mengandung nilai‑nilai moral yang **sejalan dengan ajaran Islam**.  
- Seorang Muslim dapat **mengambil pelajaran** tentang kasih, pengampunan, keadilan, dan kerendahan hati dari teks‑teks tersebut, sambil tetap menjadikan **Al‑Qur’an dan Sunnah** sebagai pedoman utama.  

Semoga artikel singkat ini menambah pemahaman, menenangkan hati, dan memperkuat keimanan kita kepada Allah SWT serta menghormati semua nabi‑Nya.  

**Wallahu ‘Alam.**  

**Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.**

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Itu Juga Gamau Kalah

**Artikel Islami: “Rusak” – Memahami, Mencegah, dan Memperbaiki Kerusakan dalam Kehidupan Muslim**

**Kalo Paham: Memahami Islam Secara Hakiki**

Contoh Cerita Tauhid Anak

Batas dalam Perspektif Islam

Analisis Kitab Tahdzib Al-Tahdzib