Keker (Tauhid) dalam Islam
**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**
### Keker (Tauhid) dalam Islam
Keker, yang dalam bahasa Arab disebut **Tauhid**, adalah inti ajaran Islam yang menegaskan keesaan Allah SWT. Semua amal ibadah, keyakinan, dan perilaku seorang Muslim berlandaskan pada pemahaman bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Berikut penjelasan singkat mengenai keker berdasarkan Al‑Qur’an dan Sunnah, disajikan dengan bahasa yang lembut, mudah dipahami, dan menenangkan hati.
---
#### 1. Pengertian Keker (Tauhid)
- **Tauhid Rububiyyah** – mengakui bahwa Allah adalah Pencipta, Pemelihara, dan Penguasa seluruh alam semesta.
*“Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Pemelihara segala sesuatu.”* (QS. Al‑Haqqah: 2)
- **Tauhid Uluhiyyah** – menyembah Allah semata, tanpa menyekutukan-Nya dalam ibadah.
*“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang mempersekutukan Dia.”* (QS. Al‑Maidah: 72)
- **Tauhid Asma’ wa Sifat** – mempercayai nama‑nama dan sifat‑sifat Allah sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, tanpa menambah, mengurangi, atau menafsirkan secara tak sesuai.
*“Dia (Allah) tidak ada yang menyerupai-Nya, dan Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”* (QS. Al‑Shura: 11)
---
#### 2. Dalil-dalil Keker dalam Al‑Qur’an
| Ayat | Makna |
|------|-------|
| **Al‑Fatihah 1** | “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” Menegaskan bahwa segala pujian dan permohonan hanya kepada Allah. |
| **Al‑Ikhlas 1‑4** | Menyatakan keesaan Allah secara mutlak: “Katakanlah: Dialah Allah, satu-satunya.” |
| **Al‑An’am 101** | “Dialah yang menciptakan sekalian makhluk dan mengatur urusan mereka.” Menegaskan Rububiyyah. |
| **Al‑Maidah 73** | “Sesungguhnya Allah menolak orang-orang yang mempersekutukan-Nya.” Menegaskan Uluhiyyah. |
---
#### 3. Dalil-dalil Keker dalam Sunnah
- **Hadis Shahih Bukhari & Muslim**: Nabi Muhammad SAW bersabda, *“Sesungguhnya Allah tidak menolak orang yang mengucapkan ‘La ilaha illallah’ (tidak ada Tuhan selain Allah) kecuali orang yang mengucapkannya dengan hati yang tidak ikhlas.”*
→ Menunjukkan pentingnya keikhlasan dalam mengakui keesaan Allah.
- **Hadis tentang Asma’ul Husna**: Nabi mengajarkan 99 nama Allah, menegaskan pentingnya memahami sifat‑sifat Allah tanpa menambah atau mengurangi.
---
#### 4. Implementasi Keker dalam Kehidupan Sehari‑hari
1. **Niat yang Ikhlas**
Setiap amal dimulai dengan niat kepada Allah semata. “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari & Muslim)
2. **Meningkatkan Dzikir**
Mengingat Allah dalam setiap aktivitas, seperti membaca *Subhanallah*, *Alhamdulillah*, *Allahu Akbar*.
3. **Menjauhi Syirik**
Menghindari perbuatan yang dapat menempatkan sesuatu atau seseorang di samping Allah, baik dalam ibadah maupun dalam hati.
4. **Menerapkan Akhlak Rasulullah**
Meneladani sifat-sifat Allah (rahmah, adil, sabar) dalam interaksi dengan sesama.
---
#### 5. Manfaat Keker bagi Hati dan Jiwa
- **Ketenangan**: Menyadari bahwa segala urusan berada di tangan Allah memberi rasa tenang dan tawakal.
- **Kekuatan Spiritual**: Keker memperkuat iman, menjauhkan hati dari keraguan dan kebingungan.
- **Keharmonisan Sosial**: Dengan menegakkan keesaan Allah, umat Islam bersatu dalam tujuan yang sama, menciptakan persaudaraan yang kokoh.
---
#### 6. Penutup
Keker (Tauhid) bukan sekadar konsep teologis, melainkan fondasi yang menuntun setiap langkah hidup seorang Muslim. Dengan memahami dan mengamalkannya, kita menapaki jalan menuju kedekatan dengan Allah, menumbuhkan ketenangan hati, serta memperkuat ikatan ukhuwah di antara sesama.
Semoga artikel ini dapat menambah pemahaman dan menenangkan hati Anda. Mari terus memperkuat niat, memperbanyak dzikir, dan menjadikan keesaan Allah sebagai cahaya dalam setiap langkah.
**Wallahu a’lam bish‑shawab.**
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar