Kotor dalam Perspektif Islam: Kebersihan Fisik, Moral, dan Spiritual
**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,**
### Kotor dalam Perspektif Islam: Kebersihan Fisik, Moral, dan Spiritual
Islam menempatkan **kebersihan** sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan. Nabi Muhammad SAW bersabda,
> “Kebersihan adalah sebagian dari iman.”
> *(HR. Muslim)*
Kebersihan dalam Islam meliputi tiga dimensi utama: **fisik (najis), moral (kata‑kata kotor), dan spiritual (hati yang tercemar).** Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan Al‑Qur’an dan Sunnah.
---
#### 1. Kebersihan Fisik – Najis dan Cara Menjaganya
Allah SWT berfirman:
> “Sesungguhnya Allah mencintai orang‑orang yang bersih dan menyanjung orang‑orang yang bersih.”
> *(Surah Al‑Baqara 2: 222)*
**a. Apa yang termasuk najis?**
Najis adalah segala sesuatu yang **menjijikkan** dan dapat membatalkan wudhu atau menghalangi sahnya ibadah bila tidak dibersihkan, antara lain:
- **Kotoran manusia** (air kecil, air besar).
- **Kotoran hewan** (kecuali hewan yang halal dimakan, seperti ayam, kambing, dan ikan).
- **Darah, muntah, dan cairan lain yang keluar dari tubuh**.
**b. Cara mensucikan diri:**
| Najis | Cara Mensucikan |
|-------|-----------------|
| Air kecil/air besar | Membasuh dengan air bersih sampai bersih (ghusl atau wudhu). |
| Darah yang mengalir | Membasuh area yang terkena sampai bersih; bila banyak, lakukan mandi (ghusl). |
| Kotoran hewan | Mengusap atau mencuci dengan air bersih; bila terkena pakaian, cuci pakaian tersebut. |
Rasulullah SAW mencontohkan kebersihan ini dalam banyak hadis, misalnya:
> “Jika salah seorang di antara kalian buang air kecil, maka bersihkanlah dengan air, karena Allah mencintai kebersihan.”
> *(HR. Bukhari & Muslim)*
---
#### 2. Kebersihan Moral – Menghindari Kata‑Kata Kotor
Kebersihan tidak hanya pada tubuh, tetapi juga pada **lidah**. Kata‑kata kotor (tai, anjing, hinaan, fitnah) menodai hati dan menimbulkan fitnah di antara umat.
Allah berfirman:
> “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengucapkan perkataan yang buruk (kotor) secara sembarangan, kecuali yang memang benar.”
> *(Surah Al‑Mujadilah 58: 11)*
Rasulullah SAW menegaskan:
> “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
> *(HR. Bukhari)*
**Akibat kata‑kata kotor:**
- Menyebabkan **kerusakan hubungan** sosial.
- Menyebarkan **fitnah** dan menurunkan derajat iman.
- Membawa **dosa** yang menambah beban di akhirat.
**Cara menjauhi ucapan kotor:**
1. **Berpikir dulu** sebelum berbicara; tanyakan apakah perkataan itu bermanfaat atau menyakitkan.
2. **Mengganti** kata‑kata kasar dengan **ungkapan yang lemah lembut**.
3. **Berdoa** memohon kepada Allah agar lidah dijauhkan dari perkataan yang tidak baik.
---
#### 3. Kebersihan Spiritual – Hati yang Suci
Hati yang dipenuhi **dosa, iri, dengki, atau kebencian** juga disebut “kotor” dalam istilah spiritual. Allah menegaskan:
> “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka itu adalah sebaik‑baik makhluk.”
> *(Surah Al‑Mulk 67: 2)*
**Tanda hati yang kotor:**
- **Rasa marah berlebihan** dan **dendam**.
- **Kecenderungan memfitnah** atau **menyebar gosip**.
- **Kebiasaan menunda ibadah** karena rasa malas atau bosan.
**Cara menyucikan hati:**
- **Shalat tepat waktu** dan **memperbanyak dzikir**.
- **Membaca Al‑Qur’an** secara rutin, khususnya ayat‑ayat yang menenangkan hati (mis. Al‑Fatihah, Al‑Ikhlas).
- **Istighfar** (memohon ampun) dan **taubat** yang ikhlas.
- **Berbuat baik** kepada sesama, karena amal saleh menyejukkan hati.
---
#### 4. Manfaat Menjaga Kebersihan Secara Menyeluruh
1. **Penerimaan ibadah** – Ibadah yang dilakukan dalam keadaan bersih diterima Allah.
2. **Kesehatan jasmani** – Kebersihan fisik mencegah penyakit.
3. **Kedamaian batin** – Hati yang bersih menumbuhkan rasa tenang dan ridha.
4. **Hubungan sosial yang harmonis** – Lidah yang terjaga menciptakan persaudaraan.
Rasulullah SAW bersabda:
> “Sesungguhnya kebersihan menambah keimanan, dan keimanan menambah kebersihan.”
> *(HR. Abu Dawud)*
---
### Penutup
Islam mengajarkan bahwa **kebersihan** bukan sekadar rutinitas, melainkan **cermin keimanan**. Dengan menjaga tubuh, lidah, dan hati dari segala yang “kotor”, kita meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dan memperoleh keridhaan Allah SWT. Marilah kita senantiasa berusaha menjadi pribadi yang **bersih** dalam segala aspek kehidupan.
**Wallahu A‘lam,** semoga artikel ini bermanfaat dan menenangkan hati.
**Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.**
Komentar
Posting Komentar