Keset dalam Perspektif Islam
**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**
### Keset dalam Perspektif Islam
Keset merupakan barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari‑hari: ia diletakkan di pintu masuk rumah, masjid, atau tempat kerja untuk menyapu kotoran dan menjaga kebersihan lantai. Meskipun tampak sederhana, penggunaan keset juga dapat menjadi cermin bagi keimanan dan akhlak seorang Muslim bila dipahami melalui ajaran Al‑Qur’an dan Sunnah.
---
#### 1. **Etika Menggunakan Harta Secara Bijak**
Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:
> *“Sesungguhnya orang‑orang yang boros itu adalah saudara‑saudara setan; dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”*
> **(QS. Al‑Isrā’: 27)**
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa menyia‑nyiakan harta termasuk perbuatan yang dibenci Allah:
> *“Sesungguhnya Allah membenci tiga perkara: banyak berbicara tanpa manfaat, menyia‑nyiakan harta, dan terlalu banyak meminta.”*
> **(HR. Bukhari dan Muslim)**
Keset yang dipilih haruslah **tidak membebani** keuangan, tidak mengundang pemborosan, dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Jika sebuah keset sudah tidak layak pakai, lebih baik menggunakannya kembali sebagai kain lap atau bahan lain yang bermanfaat, daripada membuangnya begitu saja.
---
#### 2. **Keset yang Mengandung Tulisan Suci**
Ada kasus di mana keset diproduksi dengan menempelkan ayat‑ayat Al‑Qur’an atau kaligrafi Islami pada permukaannya. Dalam hal ini, para ulama berpendapat bahwa:
* **Menyentuh atau menginjak ayat suci secara tidak hormat** dapat menimbulkan **dosa** karena menurunkan derajat kesucian ayat.
* Menjual atau memperdagangkan barang yang mengandung ayat suci untuk tujuan yang tidak mulia (seperti keset) **makruh** dan sebaiknya dihindari.
Jika Anda menemukan keset yang mengandung ayat, sebaiknya **menyumbangkannya kepada masjid** atau **menyimpannya dengan hormat** (misalnya digantung di tempat yang bersih) dan tidak menggunakannya sebagai alas kaki.
---
#### 3. **Kebersihan Sebagai Bentuk Ibadah**
Islam menekankan pentingnya kebersihan, baik fisik maupun spiritual. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
> *“Kebersihan adalah sebagian dari iman.”*
> **(HR. Muslim)**
Keset berperan dalam menjaga kebersihan rumah atau masjid, sehingga **menjadi sarana yang mendukung ibadah**. Memilih keset yang bersih, rapi, dan tidak mengandung unsur haram merupakan bagian dari menunaikan perintah kebersihan dalam Islam.
---
#### 4. **Pedoman Praktis Memilih dan Menggunakan Keset**
| Aspek | Pedoman Islami |
|-------|----------------|
| **Bahan** | Pilih bahan yang tahan lama, tidak mengandung unsur haram (mis. tidak terbuat dari kulit haram). |
| **Ukuran & Kualitas** | Sesuaikan dengan kebutuhan; hindari pemborosan dengan membeli yang terlalu besar atau terlalu mahal. |
| **Tulisan** | Hindari keset yang menampilkan ayat Al‑Qur’an atau kaligrafi suci; bila ada, jangan gunakan sebagai alas kaki. |
| **Pemeliharaan** | Cuci secara rutin, karena kebersihan adalah bagian dari iman. |
| **Penggunaan Kembali** | Keset yang sudah usang dapat dijadikan kain lap, alas meja, atau bahan kerajinan lain yang bermanfaat. |
---
#### 5. **Kesimpulan**
Keset, meskipun merupakan barang sederhana, tetap berada dalam ranah etika Islam. Dengan:
* **Menghindari pemborosan**,
* **Menjaga kesucian ayat-ayat Allah**, dan
* **Menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman**,
kita dapat menjadikan penggunaan keset sebagai **amal kecil yang mendatangkan pahala**. Semoga setiap langkah kita, baik di atas keset maupun di luar rumah, selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
**Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**.
Komentar
Posting Komentar