**Peyot (Payot) dalam Perspektif Islam**
**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**
**Peyot (Payot) dalam Perspektif Islam**
---
### 1. Apa itu “Peyot”?
Peyot, yang dalam bahasa Ibrani disebut *pe‘ot* (פֵּאוֹת), adalah rambut yang dibiarkan tumbuh di sisi kepala—biasanya di daerah pelipis—sebagaimana dipraktikkan oleh sebagian komunitas Yahudi. Bagi mereka, peyot merupakan tanda ketaatan terhadap perintah dalam Taurat (Imamat 19:27) dan menjadi ciri khas identitas keagamaan.
---
### 2. Apakah Islam memiliki perintah serupa?
Dalam Al‑Qur’an maupun Sunnah tidak ada ketentuan yang memerintahkan umat Islam untuk menumbuhkan atau memelihara rambut di sisi kepala secara khusus. Islam menekankan **kesederhanaan, kebersihan, dan tidak meniru tanda-tanda keagamaan yang khusus bagi agama lain**.
Beberapa dalil yang relevan antara lain:
| Sumber | Dalil | Makna |
|--------|-------|-------|
| **Al‑Qur’an 2:177** | “...bukanlah wajahmu menghadap ke arah timur atau barat, tetapi *iman* kepada Allah, hari kemudian, malaikat, kitab‑kitab, nabi‑nabi, dan memberi nafkah kepada kerabat, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan...” | Ketaatan terletak pada niat dan amal, bukan pada penampilan luar. |
| **Al‑Qur’an 5:3** | “...diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) binatang yang disembelih atas nama selain Allah...” | Menjaga batasan dalam ibadah dan simbol keagamaan. |
| **Hadis Riwayat Abu Hurairah** | Rasulullah ﷺ bersabda: *“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan tidak pula kepada harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.”* (HR. Muslim) | Fokus pada hati dan perbuatan, bukan pada ciri fisik. |
| **Hadis Riwayat Abu Dawud** | “Sesungguhnya Allah melarang kalian meniru orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam hal‑hal yang khas bagi mereka.” | Menjauhi peniruan simbol-simbol keagamaan yang khusus bagi agama lain. |
---
### 3. Prinsip Umum: *Tidak Meniru (Tashabbuh) Tanda Keagamaan Lain*
Islam mengajarkan agar umatnya **tidak meniru** cara berpakaian, penampilan, atau simbol-simbol yang secara khusus menandai identitas agama lain. Hal ini bertujuan:
1. **Menjaga keunikan identitas Islam** – agar tidak tercampur dengan praktik keagamaan lain.
2. **Mencegah kebingungan** – agar orang lain tidak salah mengira seorang Muslim sebagai penganut agama lain.
3. **Menjaga niat ibadah** – agar tindakan keagamaan tetap berlandaskan niat kepada Allah, bukan sekadar meniru kebiasaan.
---
### 4. Bagaimana Seorang Muslim Menjaga Penampilan Rambut?
Berikut beberapa petunjuk yang dapat diambil dari Al‑Qur’an dan Sunnah:
- **Kebersihan dan Kerapian**: Rasulullah ﷺ mencontohkan kebersihan dalam memelihara rambut, memotongnya secara teratur, dan menjaga agar tidak berlebih panjang sehingga mengganggu kebersihan (HR. Bukhari dan Muslim).
- **Tidak Menyembunyikan Identitas Agama**: Hindari menumbuhkan rambut dengan cara yang secara khusus menandai keanggotaan dalam agama lain, termasuk peyot.
- **Keseimbangan**: Memelihara rambut dengan cara yang wajar, tidak terlalu pendek (menyisakan sedikit rambut di bagian pelipis) dan tidak terlalu panjang (menyebabkan kekotoran atau mengganggu ibadah).
---
### 5. Kesimpulan
- **Peyot** adalah praktik khusus dalam tradisi Yahudi yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
- Islam menekankan **kesederhanaan, kebersihan, dan keunikan identitas** yang tidak meniru simbol keagamaan lain.
- Seorang Muslim sebaiknya **memelihara rambutnya secara wajar**, menjaga kebersihan, dan menghindari penampilan yang dapat menimbulkan peniruan terhadap tanda-tanda keagamaan non‑Islam.
Semoga artikel singkat ini dapat menambah pemahaman kita tentang pentingnya menjaga niat, hati, dan penampilan sesuai dengan petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya ﷺ, serta menjauhkan diri dari peniruan yang tidak diperlukan.
**Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh**.