Ngenjelimet – Mengambil dengan Hati‑Hati dalam Cahaya Islam

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**  

### Ngenjelimet – Mengambil dengan Hati‑Hati dalam Cahaya Islam  

**1. Pengertian “ngenjelimet”**  
Dalam bahasa Sunda, *ngenjelimet* berarti mengambil atau memetik sesuatu — seperti buah, sayur, atau bahan alam — dengan cara yang lembut, teliti, dan tidak merusak.  Sikap ini menuntut kesadaran bahwa apa yang kita ambil bukanlah hak mutlak, melainkan karunia Allah yang harus dipelihara.

**2. Prinsip Islam tentang Pengambilan yang Bijak**  

| Sumber | Ayat / Hadis | Makna yang relevan dengan *ngenjelimet* |
|--------|--------------|------------------------------------------|
| **Al‑Qur’an** | **QS. Al‑A‘rāf 7:56** – “Dan janganlah kamu merusak di muka bumi sesudah Allah menciptakannya dengan baik.” | Menjaga agar tindakan mengambil tidak menimbulkan kerusakan pada ciptaan Allah. |
| | **QS. Al‑Hajj 22:46** – “Berjalanlah kamu di muka bumi, perhatikanlah bagaimana Allah menimpakan azab kepada orang‑orang yang terdahulu…” | Mengambil pelajaran dari sejarah, termasuk cara manusia dulu memanfaatkan alam dengan bijak. |
| | **QS. Al‑Baqarah 2:188** – “Janganlah kamu menghisap harta orang lain dengan cara yang batil…” | Mengingatkan bahwa pengambilan harus sah, tidak merugikan hak orang lain. |
| | **QS. Al‑An‘ām 6:141** – “Janganlah kamu membuang‑buang (hasil) yang baik…” | Menghindari pemborosan; apa yang diambil harus dimanfaatkan dengan baik. |
| **Hadis Nabi ﷺ** | “Barangsiapa menanam pohon, maka ia akan memperoleh pahala selama pohon itu memberi manfaat.” (HR. Bukhari) | Menunjukkan nilai menumbuhkan dan melestarikan, bukan sekadar mengambil. |
| | “Janganlah kalian menimbun harta, karena Allah tidak menyukai orang yang menimbun.” (HR. Bukhari) | Mengajarkan agar apa yang diambil tidak disimpan berlebihan, melainkan dibagikan atau dimanfaatkan secara adil. |

**3. Etika *ngenjelimet* dalam Kehidupan Sehari‑hari**  

1. **Mengambil dengan ijin dan rasa syukur**  
   Sebelum memetik buah atau memanen hasil bumi, ucapkan *bismillahirrahmanirrahim* dan bersyukur atas nikmat Allah.  Ini menumbuhkan rasa tanggung jawab atas apa yang diambil.  

2. **Tidak merusak tanaman atau habitat**  
   Pilih buah yang matang, potong dengan cara yang tidak melukai cabang atau akar.  Jika memungkinkan, sisakan sebagian untuk memastikan tanaman tetap tumbuh kembali.  

3. **Berbagi hasil dengan sesama**  
   Nabi ﷺ meneladankan keadilan dan kepedulian.  Hasil yang diambil dapat dibagikan kepada tetangga, fakir miskin, atau disumbangkan untuk keperluan masjid dan sekolah.  

4. **Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan**  
   Setelah memetik, bersihkan sisa‑sisa yang tertinggal, jangan meninggalkan sampah.  Hal ini sejalan dengan ajaran Islam tentang menjaga kebersihan (taharah) dan keindahan bumi.  

**4. Contoh Praktik *ngenjelimet* yang Islami**  

- **Petani**: Menyisakan sebagian buah untuk satwa liar, menanam kembali bibit yang dipetik, serta menggunakan pupuk organik.  
- **Pengguna air**: Mengambil air dari sumur atau sungai dengan cara yang tidak mengganggu ekosistem, serta menutup kembali sumber air setelah selesai.  
- **Pengelola hutan**: Memetik kayu hanya pada bagian yang sudah matang, menanam kembali pohon yang ditebang, dan melindungi area konservasi.  

**5. Hikmah yang Dapat Diambil**  

* Ngenjelimet mengajarkan **tanggung jawab** atas segala nikmat yang Allah berikan.  
* Dengan mengambil secara hati‑hati, kita **menjaga keseimbangan** alam dan menghindari kerusakan yang dapat menimbulkan azab.  
* Sikap ini menumbuhkan **kesadaran sosial**: apa yang diambil bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk kebaikan bersama.  

**6. Penutup**  

Sebagaimana Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya bumi ini adalah milik Allah, dan Dia mengutus manusia sebagai khalifah‑Nya di atasnya” (QS. Al‑Baqara 2:30).  Sebagai khalifah, setiap tindakan *ngenjelimet* harus mencerminkan keadilan, kasih sayang, dan rasa syukur.  Marilah kita menjadikan kebiasaan mengambil dengan hati‑hati sebagai bagian dari ibadah harian, sehingga setiap langkah kita menjadi saksi keindahan ciptaan Allah yang terjaga.

**Semoga Allah senantiasa memudahkan kita untuk hidup selaras dengan alam, penuh rasa syukur, dan selalu berada dalam lindungan-Nya.**  

Wa assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Postingan populer dari blog ini

Pelajari Tata Cara Shalat Tahajjud

Jelaskan makna Arsy dalam tafsir

Anjing (Asu) dalam Perspektif Islam

Jelaskan tanda orang selamat

Lagi Gampang Melulu

Paham Nggak Gue Itu Ngga Peduli