Doa yang Dibaca Rasulullah ﷺ Ketika Bangun untuk Tahajjud
Berikut contoh doa-doa yang dianjurkan di waktu tahajjud, diambil dari sunnah Rasulullah ﷺ. Doa-doa ini penuh dengan tauhid, pujian kepada Allah, dan ketundukan hati.
### 1. Doa yang Dibaca Rasulullah ﷺ Ketika Bangun untuk Tahajjud
Ini adalah doa yang paling utama dan sering dibaca beliau sebelum mulai shalat malam (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma):
**Arab:**
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ
**Latin:**
Allāhumma lakal-ḥamdu anta nūrus-samāwāti wal-arḍi wa man fīhinna, wa lakal-ḥamdu anta qayyimus-samāwāti wal-arḍi wa man fīhinna, wa lakal-ḥamdu antal-ḥaqqu wa wa‘dukal-ḥaqqu wa liqā’uka ḥaqqun wa qawluka ḥaqqun wal-jannatu ḥaqqun wan-nāru ḥaqqun wan-nabiyyūna ḥaqqun wa Muḥammadun ḥaqqun was-sā‘atu ḥaqq. Allāhumma laka aslamtu wa bika āmantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khāṣamtu wa ilaika ḥākamtu, faghfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu wa mā asrartu wa mā a‘lantu, antal-muqaddimu wa antal-mu’akhkhiru, lā ilāha illā anta.
**Artinya:**
“Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah Cahaya langit dan bumi serta segala yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji. Engkaulah yang menegakkan langit dan bumi serta segala yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji. Engkaulah Yang Maha Benar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, firman-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Muhammad itu benar, dan hari kiamat itu benar.
Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dengan (pertolongan)-Mu aku melawan (musuh), dan kepada-Mu aku berhukum.
Maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang kusembunyikan dan yang kutampakkan. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Yang Maha Mengakhirkan. Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.”
Doa ini sangat bertauhid. Ia menegaskan bahwa hanya Allah yang berhak dipuji, disembah, dan dimintai ampunan.
### 2. Doa Setelah Selesai Shalat Tahajjud (Umum & Mustajab)
Setelah salam, angkat tangan dan berdoa dengan tenang:
**Arab:**
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ، فَإِنَّهُ لَا يَمْلِكُهَا إِلَّا أَنْتَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي كُلَّهَا، دِقَّهَا وَجِلَّهَا، وَأَوَّلَهَا وَآخِرَهَا، وَعَلَانِيَتَهَا وَسِرَّهَا. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ. رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
**Latin:**
Allāhumma innī as’aluka min faḍlika wa raḥmatik, fa innahu lā yamlikuhā illā anta. Allāhummaghfir lī dzunūbī kullahā, diqqahā wa jillahā, wa awwalahā wa ākhirahā, wa ‘alāniyatahā wa sirrahā. Allāhumma innī as’alukal-hudā wat-tuqā wal-‘afāfa wal-ghinā. Allāhummaj‘alnī minat-tawwābīna waj‘alnī minal-mutaṭahhirīn. Rabbighfir lī wa liwālidayya wa lil-mu’minīna yawma yaqūmul-ḥisāb.
**Artinya:**
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari karunia dan rahmat-Mu, karena tidak ada yang memilikinya kecuali Engkau.
Ya Allah, ampunilah seluruh dosa-dosaku: yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, yang tampak maupun yang tersembunyi.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kecukupan.
Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.
Ya Rabbku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan seluruh orang-orang beriman pada hari diadakan hisab.”
### 3. Doa Singkat yang Sangat Dianjurkan di Sepertiga Malam Terakhir
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa di sepertiga malam terakhir, Allah memanggil:
> “Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan. Siapa yang meminta, Aku beri. Siapa yang memohon ampunan, Aku ampuni.”
Maka cukuplah kita mengulang-ulang dengan penuh harap:
- “Ya Allah, ampunilah aku.”
- “Ya Allah, berilah aku hidayah dan keteguhan di atas tauhid.”
- “Ya Allah, berilah aku rezeki yang halal dan berkah.”
- “Ya Allah, jauhkanlah aku dan keluargaku dari api neraka.”
### Nasihat Lembut
Saudara-saudariku…
Doa di waktu tahajjud bukan soal panjang atau pendeknya. Yang paling penting adalah hati yang menghadap hanya kepada Allah. Boleh berdoa dengan bahasa sendiri setelah membaca doa-doa di atas. Curahkan segala keluh kesah, karena di malam itu Allah sedang “mendengar” dengan penuh kasih sayang.
Mulailah malam ini. Bangunlah, shalatlah dua rakaat, lalu panjatkan doa di atas dengan tenang. Insya Allah, Allah akan menyambutmu.
Semoga Allah menerima tahajjud dan doa-doa kita, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dekat dengan-Nya.
Amin ya Rabbal ‘alamin.