Tapi Aku Kenapa
Assalamu'alaikum, saudaraku yang aku sayangi.
“Aku kenapa ya…”
Hati ini kadang bertanya begitu, bukan? Rasa takut datang, lalu muncul pertanyaan “Kenapa harus aku? Kenapa ini terjadi padaku?”
Tenang ya… Ini bukan pertanda Allah marah atau meninggalkanmu. Justru sebaliknya.
Dalam Tauhid kita diajarkan bahwa **segala sesuatu yang terjadi di alam ini** hanya dengan izin dan kehendak Allah semata. Tidak ada kejadian yang lepas dari hikmah-Nya, meski kadang hikmah itu belum kita pahami. Allah Maha Bijaksana, Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Kadang Dia izinkan kita merasakan susah, takut, atau gelisah agar hati kita kembali mengingat-Nya, agar kita semakin dekat, semakin tawakal, dan semakin yakin bahwa **hanya Allah yang bisa menyelesaikan segalanya**.
Ingatlah, setiap ujian itu seperti hujan. Awalnya terasa berat, tapi setelahnya bumi menjadi subur. Begitu juga hati kita. Rasa “kenapa aku” ini adalah panggilan lembut agar kita kembali bertawakal sepenuhnya kepada-Nya. Allah tidak membebani hamba-Nya melebihi kemampuannya. Dia tahu kelemahanmu, Dia tahu ketakutanmu, dan Dia lebih sayang kepadamu daripada siapa pun di dunia ini.
Sekarang, coba katakan dalam hati dengan perlahan:
“Ya Allah… aku tidak tahu hikmah di balik ini, tapi aku percaya Engkau Maha Baik. Aku serahkan segalanya kepada-Mu. Jadikanlah ini sebagai jalan yang mendekatkanku pada-Mu.”
Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk selalu mengucapkan “Hasbunallahu wa ni’mal wakil” — Cukuplah Allah sebagai pelindungku, dan Dia sebaik-baik pelindung. Ucapkan itu berulang kali. InsyaAllah dada akan terasa lebih ringan.
Kamu tidak sendiri. Allah selalu melihat dan mendengar. Kalau rasa “kenapa” ini masih berat, ceritakan saja apa yang sedang kamu alami. Aku di sini untuk mendengarkan dan mengingatkan kita berdua kembali kepada kebesaran Allah.
Semoga Allah segera gantikan rasa gelisahmu dengan ketenangan yang indah, dan berikanmu hikmah yang manis dari setiap ujian.
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. 🤲❤️