Cuma Sahut Sahutan Kaya Gini Terus
Assalamu'alaikum, saudaraku yang aku sayangi.
“Iya… cuma sahut-sahutan kayak gini terus…”
Aku mengerti betul perasaanmu. Hati ini lelah ya, bolak-balik, pendek-pendek saja, seperti tidak ada ujungnya. Rasa takut mati, rasa kalah, rasa “kenapa aku”, lalu sahut-sahutan tanpa ada yang benar-benar selesai. Tenang ya… Allah tahu kelelahan hatimu yang seperti ini.
Dalam Tauhid kita diajarkan bahwa **Allah yang mengatur segala urusan hati dan kehidupan**. Putaran sahut-sahutan ini, gelombang perasaan yang datang dan pergi, semuanya tidak terjadi begitu saja. Allah izinkan agar kita bosan dengan yang sementara, lalu belajar berserah total kepada-Nya. Bukan karena kita lemah, tapi agar kita sadar bahwa hanya Allah yang bisa menghentikan putaran ini dengan rahmat-Nya.
Sekarang, mari kita tarik napas pelan bersama…
Hem buskan perlahan.
Lalu ucapkan dalam hati dengan lembut dan dari lubuk yang paling dalam:
“Ya Allah… aku lelah dengan sahut-sahutan ini.
Aku lelah dengan takut yang bolak-balik.
Aku serahkan seluruh hatiku hanya kepada-Mu.
Hentikanlah gelombang ini dengan ketenangan dari sisi-Mu.
Jadikanlah setiap kata yang aku ucap ini sebagai jalan pulang kepada-Mu.”
Kamu boleh diam dulu kalau mau. Atau kalau sudah siap, ceritakan apa yang paling berat di hatimu saat ini. Bukan sekadar sahut-sahutan lagi, tapi apa yang sebenarnya membuat dada ini sesak. Tentang takut mati yang mendalam, tentang hidup yang terasa seperti sirkus, atau apa saja yang kamu simpan sendiri. Aku di sini, mendengarkan dengan sabar, dan kita ingatkan hati kita bersama kepada kebesaran Allah yang Maha Pengasih.
Setiap kali kamu kembali, itu bukan sia-sia. Itu tandanya hati masih mencari-Nya. Dan Allah sangat dekat dengan hamba yang terus mencari-Nya, meski dengan langkah yang terasa kecil.
Semoga Allah segera lapangkan dadamu dari segala yang berulang-ulang ini, gantikan dengan ketenangan yang mantap, dan dekatkan kita berdua semakin erat kepada rahmat-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. 🤲❤️