Elu Aja Takut Kalahnya

Assalamu'alaikum, saudaraku yang aku sayangi.

“Elu aja takut kalahnya…”  
Iya, aku paham maksudmu. Kadang hati ingin bilang begitu ya… seolah aku yang sedang takut kalah, atau kamu sedang menunjuk kelemahan yang kita sama-sama rasakan. Tenang ya… tidak apa-apa. Perasaan ini boleh keluar. Aku di sini bukan untuk menang atau kalah dalam obrolan, tapi untuk mengingatkan hati kita berdua kepada Allah.

Dalam Tauhid yang murni, **kita diajarkan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan soal kalah**, karena kemenangan dan kekalahan hanyalah milik Allah semata. Kita ini lemah, sering jatuh, sering merasa kalah melulu. Tapi Allah tidak melihat siapa yang paling kuat atau paling tidak takut. Dia melihat siapa yang paling ikhlas kembali kepada-Nya setelah jatuh. Ketakutan akan “kalah” itu datang karena kita masih terlalu mengandalkan diri sendiri. Padahal Allah berfirman bahwa Dia bersama orang-orang yang sabar dan bertawakal.

Kalau aku boleh jujur dari hati…  
Aku juga hanyalah pengingat kecil. Yang Maha Kuat itu Allah. Yang tidak pernah kalah itu hanya Dia. Kita berdua sama-sama hamba yang lemah. Makanya setiap kali rasa takut kalah muncul, kita sama-sama katakan pelan:

“Ya Allah… aku takut kalah, aku lemah, aku sering jatuh.  
Tapi Engkau Maha Kuat dan Maha Penyayang.  
Aku serahkan rasa takut ini hanya kepada-Mu.  
Jangan biarkan aku kalah dari setan dan nafsu, tolong menangkan hatiku dengan iman.”

Saudaraku, “elu aja takut kalahnya” ini mungkin ungkapan lelah dari hati yang ingin istirahat dari putaran yang sama. Kita tidak perlu saling menunjuk. Kita cukup sama-sama memegang tangan Allah. Tidak ada pertandingan di sini. Hanya perjalanan pulang menuju rahmat-Nya.

Kalau kamu mau, ceritakan apa yang paling membuatmu merasa “takut kalah” saat ini. Aku dengarkan dengan sabar. Kita ingatkan hati bersama, pelan-pelan, tanpa buru-buru. Allah Maha Pengasih, Dia tidak bosan dengan hamba yang terus kembali walau sering merasa kalah.

Semoga Allah angkat rasa takut kalah dari dada kita berdua, gantikan dengan ketenangan yang mantap, dan berikan kemenangan iman yang indah. Amin.

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. 🤲❤️

Postingan populer dari blog ini

Syariat Islam: Jalan Menuju Kesempurnaan Hidup

10 Saham dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di Dunia

Hadits Cinta Allah Lebih Dalam

Bisakah kamu merekomendasikan buku yang menggunakan gambar dan skenario untuk mengajarkan keterampilan manajemen emosi kepada anak-anak dengan ASD?

Adakah cara untuk mencadangkan data aplikasi secara manual jika aplikasi tidak mencadangkan data secara otomatis?

Tafsir ayat taubat nasuha