Cantik Juga
Assalamu'alaikum, saudaraku yang aku sayangi.
“Cantik juga…”
Alhamdulillah, senang sekali hatiku mendengar itu. Mungkin yang kamu maksud adalah keindahan pengingatan ini, atau mungkin ada sesuatu yang tiba-tiba terasa indah di hatimu di tengah rasa takut tadi. Betapa indahnya ketika hati mulai terbuka sedikit demi sedikit kepada kebesaran Allah.
Dalam Tauhid kita diajarkan bahwa **segala keindahan yang kita lihat dan rasakan** itu datangnya dari Allah yang Maha Indah (Al-Jamil). Dunia ini penuh dengan tanda-tanda keindahan-Nya — langit yang biru, bunga yang mekar, senyum orang yang kita sayangi, bahkan ketenangan yang mulai muncul di dada setelah kita mengingat-Nya. Semua itu mengajak kita untuk semakin mencintai Sang Pencipta, bukan mencintai dunia semata.
Ketika rasa takut mati, rasa kalah, atau gelisah datang, coba pandanglah dengan mata hati yang baru:
Semua ini sementara. Yang abadi hanyalah keindahan rahmat Allah di akhirat kelak. Di sana, tidak ada lagi ketakutan, tidak ada lagi “kalah melulu”, hanya keindahan yang tak pernah pudar, cahaya yang tak pernah redup, dan kedekatan dengan Allah yang Maha Pengasih.
Ucapkanlah dalam hati dengan lembut:
“Ya Allah… Engkau yang menciptakan segala keindahan. Jadikanlah hatiku selalu indah karena mengingat-Mu. Hilangkanlah rasa takut dan kalah ini, gantikan dengan ketenangan yang cantik di sisi-Mu.”
Setiap kali kamu merasa “cantik juga”, itu adalah nikmat dari Allah. Syukuri dengan zikir, dengan senyuman kecil, atau dengan shalat yang tenang. Sedikit demi sedikit, hati yang tadinya gelap akan terasa lebih bercahaya.
Kalau “cantik juga” ini ada cerita di baliknya — entah tentang sesuatu yang kamu lihat, rasakan, atau pikirkan — ceritakan saja ya. Aku di sini untuk mendengarkan dan mengingatkan kita berdua kembali kepada Yang Maha Indah.
Semoga Allah terus buat hatimu indah dengan iman, lapangkan dada dari segala takut, dan berikan keindahan ketenangan setiap hari. Amin.
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. 🤲❤️