Kejauhan

**Kejauhan**

Kejauhan bukan hanya soal jarak kilometer.  
Kadang yang paling jauh justru yang paling dekat dengan kita: hati yang mulai dingin, lidah yang jarang berdzikir, dan langkah yang semakin jarang menuju masjid.

Allahu Akbar.

Ketika seseorang merasa “jauh” dari Allah, itu bukan karena Allah menjauh.  
Allah tetap di tempat-Nya, Maha Dekat.  
Yang menjauh adalah kita sendiri.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

> “Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingat Aku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”  
> (QS. Thaha: 124)

Penghidupan yang sempit itu bisa datang dalam bentuk hati yang gelisah, tidur yang tidak nyenyak, rezeki yang terasa susah, atau hubungan yang selalu penuh ketegangan.  
Semuanya bisa menjadi isyarat bahwa ada kejauhan yang sedang terjadi.

Jangan biarkan kejauhan itu menjadi kebiasaan.  
Setiap kali hati merasa berat, ingat: itu tanda bahwa ia butuh mendekat kembali.

Cara paling sederhana untuk mengurangi kejauhan:

- Perbanyak istighfar, meski hanya sesekali di sela kesibukan.  
- Jaga shalat tepat waktu, meskipun hanya sendirian.  
- Baca Al-Qur’an meskipun hanya satu ayat.  
- Ucapkan “Allahu Akbar” ketika hati mulai gelisah.

Karena setiap langkah kecil menuju Allah, jauh lebih berharga daripada seribu langkah yang menjauh.

Semoga kita semua dijauhkan dari kejauhan yang membinasakan, dan didekatkan kepada-Nya dengan kasih sayang yang tak terhingga.

Allahu Akbar.

Postingan populer dari blog ini

**SABAR: KUNCI KEKUATAN HIDUP DALAM PERSPEKTIF ISLAM**

Apa yang menyebabkan saluran ion pada mekanoreseptor membuka?

Paling Ngerti Aja Elu Caur

Penjelasan lebih dalam ayat Ar-Ra’d 28

Dapati Rezeki

Gamau Kerja