Bangkrut
**Allahu Akbar.**
Bangkrut di dunia itu ujian. Harta bisa hilang, usaha bisa ambruk, utang bisa menumpuk. Tapi ingat, ini hanya sementara.
Rasulullah ﷺ pernah bertanya kepada para sahabat:
“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?”
Mereka menjawab: “Orang yang tidak punya dirham dan tidak punya harta.”
Beliau ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia pernah mencaci orang, menuduh orang, memakan harta orang, menumpahkan darah orang, dan memukul orang. Maka pahala kebaikannya diberikan kepada orang-orang yang dizaliminya. Jika kebaikannya habis sementara hak orang lain belum terbayar, maka dosa-dosa mereka ditimpakan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka.”
(HR. Muslim)
Jadi, kebangkrutan yang sesungguhnya adalah kehilangan amal kebaikan di akhirat karena menyakiti sesama.
Jika sedang dililit utang dan kesulitan:
1. Bersabar dan bertawakkal.
2. Perbanyak istighfar dan doa.
3. Jaga hak orang lain, jangan menambah kezaliman.
4. Berusaha dengan cara yang halal, meskipun sedikit.
**Doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ saat dililit utang dan kesedihan:**
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
*Allaahumma inni a‘uudzu bika minal-hammi wal-hazan, wa a‘uudzu bika minal-‘ajzi wal-kasal, wa a‘uudzu bika minal-jubni wal-bukhl, wa a‘uudzu bika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijaal.*
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan utang dan tekanan manusia.”
Semoga Allah ganti dengan yang lebih baik, lapangkan rezeki, dan jauhkan kita semua dari kebangkrutan yang hakiki di akhirat.
Bersabarlah. Allah bersama orang-orang yang sabar.