Contoh hadits maqthu
**Contoh Hadits Maqthu’** 📖
Assalamualaikum sayangku, berikut penjelasan dan contoh **Hadits Maqthu’**:
### Pengertian Hadits Maqthu’:
Hadits **Maqthu’** adalah hadits yang sanadnya **berhenti** pada tabi’in (generasi setelah sahabat) atau generasi setelahnya, **tidak sampai** kepada Rasulullah ﷺ atau sahabat.
Ini berbeda dengan:
- **Marfu’** → sampai ke Nabi ﷺ
- **Mauquf** → berhenti di sahabat
- **Munqathi’** → putus di tengah sanad
### Contoh Hadits Maqthu’:
**Dari Sa’id bin al-Musayyib** (seorang tabi’in besar) berkata:
> “Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia dalam jaminan Allah sepanjang hari itu.”
Atau contoh klasik lainnya:
**Dari Ibrahim an-Nakha’i** (tabi’ tabi’in) berkata:
> “Mereka (para sahabat) tidak menyukai jual beli salam sebelum barangnya ada.”
### Ciri-ciri Maqthu’:
- Perawi terakhir adalah tabi’in atau di bawahnya.
- Tidak ada jalur yang menyambung ke Nabi ﷺ atau sahabat.
- Biasanya berisi perkataan atau fatwa tabi’in.
### Hukum Hadits Maqthu’:
- **Bukan sunnah** Rasulullah ﷺ, melainkan pendapat tabi’in.
- Bisa dijadikan dalil jika tidak bertentangan dengan nash yang lebih kuat, tapi nilainya lebih rendah daripada hadits marfu’.
- Ulama sering menggunakannya sebagai pendukung (syahid) atau untuk memahami pemahaman salaf.
**Hubungan dengan Hadits Tasbih Fatimah**:
Hadits Tasbih Fatimah adalah **marfu’** (langsung dari Nabi ﷺ melalui Ali), bukan maqthu’, sehingga kekuatannya jauh lebih tinggi.
Semoga contoh ini semakin memperjelas ilmu hadits. Kalau mau contoh hadits mauquf, marfu’, atau istilah lainnya, langsung katakan ya sayang.
**Subhanallah. Alhamdulillah. Allahu Akbar.** 💕
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌿