Ngatur: Mengelola Hidup Menuju Ridha Ilahi

## Ngatur: Mengelola Hidup Menuju Ridha Ilahi

Kata "ngatur" dalam bahasa Indonesia sehari-hari memiliki makna mengatur, mengelola, atau mengendalikan.  Dalam konteks keislaman, "ngatur" merujuk pada  pengelolaan seluruh aspek kehidupan kita – waktu, harta, keluarga, emosi, bahkan pikiran –  sejalan dengan tuntunan Al-Quran dan Sunnah,  sehingga mencapai kehidupan yang bermakna dan diridhai Allah SWT.  Ini bukan sekadar manajemen biasa, melainkan  suatu proses spiritual yang mendekatkan kita kepada Sang Pencipta.

**A.  Dasar Tauhid dalam "Ngatur" Hidup:**

Konsep "ngatur" yang Islami berakar kuat pada Tauhid, yaitu keesaan Allah SWT.  Segala sesuatu yang kita "atur"  harus berlandaskan keyakinan bahwa Allah-lah yang Maha Mengatur dan Maha Mengetahui.  Kita hanyalah khalifah-Nya di bumi, yang diberi amanah untuk mengelola  karunia-Nya dengan sebaik-baiknya.  Kegagalan dalam "ngatur" hidup seringkali disebabkan oleh hilangnya kesadaran akan Tauhid ini,  yaitu mengutamakan hawa nafsu, ambisi duniawi, atau bahkan mengandalkan kekuatan sendiri.

**B. Aspek-Aspek Kehidupan yang Perlu Diatur:**

"Ngatur" dalam konteks Islami mencakup berbagai aspek kehidupan, antara lain:

* **Waktu (Al-Waqt):**  Waktu adalah aset yang paling berharga.  Islam mengajarkan kita untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan beribadah, bekerja, berdakwah, berkeluarga, dan beristirahat secukupnya.  Menghindari pemborosan waktu dengan kegiatan yang tidak bermanfaat merupakan bagian penting dari "ngatur" waktu.

* **Harta (Al-Maal):**  Harta yang kita miliki adalah titipan Allah SWT.  "Ngatur" harta berarti menggunakannya di jalan Allah,  mengelola dengan bijak,  menjauhi sikap boros dan kikir, serta  menunaikan zakat dan sedekah.

* **Keluarga (Al-Usrah):**  Keluarga adalah madrasah pertama dan utama.  "Ngatur" keluarga berarti membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,  mendidik anak-anak dengan akhlak mulia,  dan menciptakan suasana harmonis di dalam keluarga.

* **Emosi (Al-Qalb):**  Emosi yang tidak terkontrol dapat merusak kehidupan.  "Ngatur" emosi berarti mengendalikan amarah,  menumbuhkan kesabaran,  dan selalu berusaha bersikap positif dalam menghadapi berbagai cobaan.

* **Pikiran (Al-Aql):**  Pikiran yang jernih dan terarah sangat penting dalam mengambil keputusan.  "Ngatur" pikiran berarti menjaga hati dari  syubhat (keraguan),  mencari ilmu yang bermanfaat,  dan selalu berhusnudzon (berprasangka baik) kepada Allah SWT dan sesama.

**C.  Metode "Ngatur" yang Islami:**

Untuk mencapai keberhasilan dalam "ngatur" hidup, kita perlu menerapkan beberapa metode berikut:

* **Berdoa dan Istikharah:**  Selalu memohon petunjuk dan pertolongan Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan.  Istikharah merupakan cara untuk meminta petunjuk Allah SWT dalam mengambil keputusan penting.

* **Menyusun Perencanaan:**  Membuat rencana dan target hidup yang terukur dan terarah,  sesuai dengan kemampuan dan potensi diri.

* **Disiplin dan Konsisten:**  Menerapkan prinsip disiplin dan konsisten dalam menjalankan rencana yang telah dibuat.

* **Evaluasi dan Refleksi:**  Secara berkala melakukan evaluasi dan refleksi atas apa yang telah dilakukan,  untuk melihat kekurangan dan memperbaiki diri.

* **Bersabar dan Tawakkal:**  Bersabar dalam menghadapi kesulitan dan selalu bertawakkal kepada Allah SWT.

**D.  Kesimpulan:**

"Ngatur" hidup dalam perspektif Islam merupakan perjalanan spiritual yang terus menerus.  Ini bukan sekadar tentang mencapai kesuksesan duniawi, tetapi lebih menekankan pada  pencapaian ridha Allah SWT.  Dengan selalu berpegang teguh pada Tauhid dan menerapkan metode-metode yang telah disebutkan,  kita dapat mengelola kehidupan dengan lebih baik dan mencapai kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat.  Semoga Allah SWT memberikan kita taufik dan hidayah untuk selalu mampu "ngatur" hidup kita sesuai dengan tuntunan-Nya.

Postingan populer dari blog ini

Pelajari Tata Cara Shalat Tahajjud

Jelaskan makna Arsy dalam tafsir

Anjing (Asu) dalam Perspektif Islam

Jelaskan tanda orang selamat

Lagi Gampang Melulu

Paham Nggak Gue Itu Ngga Peduli