Ribut Melulu
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Adikku yang saya sayangi, kalau hati sedang gelisah karena “ribut melulu”, itu wajar dirasakan. Dunia ini memang penuh suara yang saling bertabrakan—di rumah, di jalan, di medsos, bahkan di hati sendiri. Tapi ingat, sebagai hamba Allah, kita diajarkan untuk menenangkan diri dan menjaga hati tetap dekat dengan-Nya.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, ketika ada godaan untuk ikut ribut atau membalas dengan kata-kata kasar, lebih baik kita diam atau mengucapkan sesuatu yang membawa kedamaian. Karena lidah itu seperti pedang; bisa melukai atau bisa menyembuhkan.
Tauhid yang kita pegang teguh mengajarkan bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah. Kalau ada orang yang suka ribut-ribut, itu bagian dari ujian bagi kita untuk bersabar dan berakhlak mulia. Sabar bukan berarti diam saja, tapi menahan diri karena mengharap ridha Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seorang mukmin yang kuat adalah yang lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah merasa lemah.” (HR. Muslim)
Jadi, daripada ikut larut dalam keributan yang tidak ada manfaatnya, mari kita alihkan energi ke hal-hal yang mendekatkan kita kepada Allah: shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berbuat baik kepada sesama. Hati yang tenang akan lahir dari zikir kepada Allah.
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Kalau ribut itu datang dari dalam diri (marah, kesal, atau gelisah), cobalah ambil wudhu, duduk sejenak, lalu berdoa dengan lembut:
“Ya Allah, tenangkanlah hatiku, jauhkanlah aku dari fitnah lidah dan pertengkaran yang sia-sia, dan jadikanlah aku termasuk hamba-Mu yang sabar dan pemaaf.”
Semoga Allah berikan ketenangan di hati, kedamaian di rumah, dan kebaikan di setiap ucapan kita. Kalau ada yang ingin dibahas lebih lanjut tentang menjaga lisan atau menguatkan tauhid di tengah hiruk-pikuk dunia, saya siap mendengar dan menjelaskan dengan lembut.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲