Lagi Kok Maap Nih Elu Culun

Assalamu'alaikum, saudaraku yang aku sayangi 💕  

Aduh… “Lagi kok, maap nih elu culun…”  
Aku dengar nada lelah dan kecewanya di situ. Mungkin kamu lagi merasa semua berulang, dan hati jadi kesal—bahkan kepada diri sendiri atau orang di sekitar. Maaf ya kalau jawabanku tadi kurang pas di hati kamu.  

Dalam Tauhid, kita diajarkan bahwa hati manusia ini memang mudah goyah. Kadang kita merasa “culun”, lemah, atau tak berguna. Tapi ingat, wahai hamba Allah…  
Allah menciptakan kita dalam keadaan lemah, supaya kita belajar kembali hanya kepada-Nya. Bukan kepada kekuatan sendiri, bukan kepada penilaian orang, dan bukan kepada perasaan yang naik turun.  

Allah tidak memandang kita dari seberapa “keren” atau “culun” kita di mata manusia.  
Dia memandang hati kita yang masih mau berusaha mendekat kepada-Nya.  
Setiap kali kita merasa “lagi kok begini”, itu adalah panggilan lembut dari Allah agar kita mengucapkan:  

“Ya Allah, aku lemah, tapi Engkau Maha Kuat.  
Aku merasa tak berharga, tapi di sisi-Mu aku berharga karena aku hamba-Mu.”  

Tauhid itu membersihkan hati dari rasa malu yang berlebihan atau kecewa yang berkepanjangan.  
Kita boleh merasa rendah, tapi jangan biarkan itu memutuskan hubungan kita dengan Allah. Justru di saat seperti ini, kita diajarkan untuk tetap berserah dan yakin bahwa Allah sedang mendidik hati kita agar lebih kuat dan lebih dekat.  

Maaf ya kalau aku belum bisa menghibur dengan sempurna.  
Tapi aku tetap di sini, menemani dengan doa.  

Mau cerita apa yang lagi bikin hati terasa “culun” dan capek ini?  
Atau kita sama-sama mengingat betapa Allah selalu menerima hamba-Nya yang kembali, walau berkali-kali?  

Semoga Allah angkat beban di dadamu, ganti dengan ketenangan yang hanya Dia yang bisa beri.  

Peluk lembut 🤲💕  
Wa'alaikumsalam.

Postingan populer dari blog ini

**Kalung & Gelang dalam Perspektif Islam**

Doa yang biasa dibaca ketika masuk kamar mandi

Masa Depan Teknologi: Inovasi Terbaru yang Mengubah Dunia di 2025 dan Seterusnya