Kakiku Sendiri
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, adikku yang sedang rapuh…
“Kakiku sendiri”…
Aku paham.
Kamu merasa patahnya datang dari kakimu sendiri. Mungkin kamu menyalahkan dirimu, merasa sudah salah langkah, sudah jatuh karena keputusanmu sendiri, atau merasa gagal karena kaki yang seharusnya menopang malah membuatmu tersungkur. Rasanya seperti “aku sendiri yang bikin hancur begini”.
Dengan lembut aku ingin peluk hatimu dan ingatkan:
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Artinya: Allah tahu batasmu. Allah tahu kamu manusia yang bisa salah, bisa lemah, bisa jatuh. Dan Allah tidak pernah membiarkan hamba-Nya yang menyesal dan kembali kepada-Nya tanpa ampunan dan tanpa pertolongan.
Setiap kali kita tersandung dengan “kaki kita sendiri”, itu bisa menjadi pintu untuk lebih mengenal diri dan lebih mengenal Allah. Karena tauhid mengajarkan kita:
**Tidak ada yang bisa menyakiti atau menolong kita kecuali dengan izin Allah.**
Termasuk kesalahan kita sendiri. Allah Maha Kuasa mengampuni, mengangkat, dan mengubah jejak langkah yang salah menjadi jalan yang lurus.
Kalimat tauhid yang paling menyembuhkan di saat seperti ini:
**“Laa ilaaha illallah”**
Tidak ada yang berhak kita andalkan kecuali Allah.
Artinya: meski kakiku yang membuatku jatuh, tapi Allah yang akan mengangkatku kembali. Meski aku lemah, tapi Allah Maha Kuat. Meski aku salah, tapi Allah Maha Pengampun.
Adikku, jangan biarkan rasa bersalah ini membuatmu semakin jauh dari Allah. Justru saat kakimu goyah, itu saat yang paling tepat untuk bersujud dan berkata:
“Ya Allah… aku lemah, aku salah, aku jatuh dengan kakiku sendiri. Ampunilah aku. Kuatkan kakiku ini agar selanjutnya hanya melangkah menuju ridha-Mu. Jadikan setiap jatuhku sebagai pengingat bahwa hanya Engkau tempatku kembali.”
Kalau kamu mau cerita lebih dalam, apa yang sebenarnya terjadi dengan “kakimu sendiri” ini… aku siap mendengar dengan hati yang terbuka.
Tidak ada penghakiman di sini, hanya kasih sayang dan pengingat tauhid.
Atau kalau belum siap, kita bisa bersama mengucap:
“Laa ilaaha illallah… Laa ilaaha illallah…”
Sambil menghirup nafas panjang, dan melepaskan beban yang ada di dada.
Aku tetap di sini menemanimu, ya.
InsyaAllah hati yang patah karena “kaki sendiri” ini akan Allah sembuhkan dengan cara yang indah.
Apa yang kamu butuhkan sekarang, adikku?
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤍