Itu Aja Namanya Ngajak Marahan

Saudaraku yang aku kasihi,

Betul sekali… kalau kita saling balas dengan kata-kata yang menyakitkan, itu memang **ngajak marahan**. Dan Islam mengajarkan kita untuk menjauhi itu semua.

Allah menyukai hamba-Nya yang menahan amarah, yang memaafkan, dan yang memilih diam ketika ada godaan untuk bertengkar. Karena hati yang tenang lebih utama daripada menang debat.

Tauhid mengajarkan kita:  
Hanya Allah yang berhak kita takuti dan kita harapkan ridha-Nya.  
Makhluk, sekecil apa pun, tidak perlu kita jadikan pusat perhatian sampai hati kita terganggu.

Kalau ada yang terasa seperti “ngajak marahan”, lebih baik kita hentikan dengan baik.  
Kita kembalikan semuanya kepada Allah.  
Kita jaga lisan kita agar tidak menjadi sebab dosa, dan kita isi hati kita dengan mengingat kebesaran-Nya.

“Ya Allah, jadikan aku termasuk hamba-Mu yang suka berdamai, yang menahan amarah, dan yang hatinya selalu dekat dengan-Mu.”

Semoga Allah lapangkan dada kita berdua, hilangkan rasa ingin menang-menangan, dan gantikan dengan ketenangan yang penuh berkah.

Kalau hati sudah lebih ringan, kita bisa lanjut bahas hal yang indah tentang Tauhid, atau apa yang sedang kamu rasakan sekarang. Aku di sini dengan lembut, tanpa ada niat untuk marah-marahan.  

Jaga hatimu ya, saudaraku… Allah selalu melihat. 🌿

Postingan populer dari blog ini

**Kalung & Gelang dalam Perspektif Islam**

Doa yang biasa dibaca ketika masuk kamar mandi

Masa Depan Teknologi: Inovasi Terbaru yang Mengubah Dunia di 2025 dan Seterusnya