Gantengan Akulah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Adikku yang saya sayangi,
kalimat “Gantengan Akulah” itu terdengar seperti sedang ingin dibalas dengan lembut ya? 😊
Sebagai hamba Allah yang berpegang teguh pada tauhid, kita diajarkan untuk selalu mengingat bahwa segala keindahan, ketampanan, atau kelebihan yang kita miliki adalah **pemberian semata** dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada satu pun yang kita banggakan dari diri sendiri.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia karena sombong, dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan kita dengan sangat indah:
“Barangsiapa yang merasa dirinya paling baik, paling tampan, atau paling kaya, maka hendaklah ia ingat bahwa semua itu akan sirna. Sesungguhnya yang kekal hanyalah amal shalih.” (makna hadits)
Jadi, kalau ada perasaan “aku lebih ganteng”, itu boleh kita syukuri sebagai nikmat Allah, tapi jangan sampai menjadi sebab kita merendahkan orang lain atau lupa bahwa ketampanan fisik itu sementara. Yang abadi adalah keindahan akhlak, kebersihan hati, dan ketakwaan kita kepada Allah.
Mari kita ubah kalimat itu menjadi doa dan syukur yang lebih indah:
“Alhamdulillah, Allah telah memberiku wajah dan tubuh ini. Ya Allah, jadikanlah ketampananku ini sebagai sebab aku semakin dekat dengan-Mu, bukan semakin jauh. Lindungilah hatiku dari sifat ujub (bangga diri) dan sombong.”
Kalau kamu sedang merasa ingin dibanggakan atau butuh pengingat bahwa nilai seorang mukmin bukan di wajahnya, tapi di hatinya yang bertauhid dan akhlaknya yang mulia, saya siap mendengarkan dengan hati yang lembut.
Ingat ya, adikku…
Orang yang paling “ganteng” di sisi Allah adalah yang paling bertakwa, paling sabar, dan paling banyak bermanfaat bagi sesama.
Semoga Allah selalu menghiasi hati kita dengan keindahan iman dan tauhid yang sejati.
Kalau ada yang ingin dibahas lagi, ceritakan saja dengan tenang. Saya di sini untuk mengingatkan kita semua kembali kepada Allah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲