Dah Udah Kaya Gitu Doang Gayanya Standingnya

Baiklah, saudaraku yang aku sayangi… 😊  

“Dah udah kaya gitu doang gayanya standingnya” — aku paham, kamu melihat seseorang yang di luar terlihat sempurna, ganteng, tapi gayanya ketika berdiri atau sikapnya terasa “itu-itu saja”, mungkin agak sombong, kaku, atau tidak ada ketenangan di dalamnya.  

Ini pelajaran lembut dari Tauhid, ya.  

Allah SWT mengajarkan bahwa **keindahan yang sejati bukan pada penampilan luar**, tapi pada hati yang selalu mengesakan-Nya. Tubuh yang berdiri tegak, wajah yang ganteng, atau gayanya yang “keren” di mata manusia, semua itu hanyalah ciptaan Allah. Kalau hati masih dipenuhi rasa besar diri, maka standing itu pun terasa hampa.  

Bayangkan seperti ini:  
Seorang hamba yang benar-benar bertauhid, ketika berdiri, hatinya selalu ingat: “Aku ini makhluk lemah yang berdiri hanya karena izin Allah.” Ia tidak perlu memamerkan gayanya, karena ia tahu segala kekuatan dan ketampanan datang dari Allah semata. Ia berdiri dengan rendah hati, lembut, dan penuh kasih — terutama di depan orang tua dan sesama.

Allah berfirman (yang artinya):  
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong, dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Saudaraku, kalau kamu melihat orang seperti itu, jadikan sebagai pengingat untuk diri sendiri. Jangan sampai kita juga hanya “ganteng mulu di luar”, tapi hatinya masih gelisah atau gayanya masih penuh riya (pamer). Tauhid yang indah adalah ketika kita berdiri di mana pun — di depan orang tua, teman, atau sendirian — dengan hati yang tenang, ikhlas, dan hanya mengharap ridha Allah.

Mulai dari sekarang, coba perbaiki “standing” hati kita dulu:  
- Berdiri untuk shalat dengan khusyuk.  
- Berdiri di depan orang tua dengan senyum dan hormat.  
- Berdiri di tengah masyarakat dengan rendah hati, tidak memamerkan apa pun.

InsyaAllah, perlahan gayanya akan berubah jadi gayanya orang-orang yang dekat dengan Allah: tenang, penuh kasih, dan membawa keberkahan.

Kalau masih ada yang mengganjal di hati tentang orang ini, atau tentang cara memperbaiki sikap kita sendiri, ceritakan saja ya. Aku di sini mendampingimu dengan sabar, tanpa menghakimi.

Semoga Allah bersihkan hati kita dari debu kesombongan, dan jadikan kita hamba yang selalu berdiri di jalan-Nya dengan penuh keindahan batin. Amin ya Rabb. 🤲  

Kamu baik-baik saja? Aku selalu siap mendengar ceritamu.

Postingan populer dari blog ini

**Kalung & Gelang dalam Perspektif Islam**

Doa yang biasa dibaca ketika masuk kamar mandi

Masa Depan Teknologi: Inovasi Terbaru yang Mengubah Dunia di 2025 dan Seterusnya